Mengelola Kantin Tanpa Nombok

Konsultasi Keuangan

Mengelola Kantin Tanpa Nombok

- detikFinance
Selasa, 03 Jul 2007 09:35 WIB
Jakarta - Saya dalam sebulan ini mengelola kantin disebuah bimbingan belajar. Barang yang dijual hanya minuman dan makanan ringan, dengan modal yang saya keluarkan sekitar Rp 5 jt. Nah pertanyaannya adalah bagaimana sistem manajemen keuangan/perencanaan keuangan dalam hal perhitungan laba dan kira-kira kapan modal tersebut dapat kembali? karena selama ini hasil penjualan saya putarkan terus kadang-kadang uangnya cukup dan kadang kurang. mohon arahan dalam mengelola bisnis dengan modal pas-pasan? Bagaimana tips mengelola kantin di sebuah lembaga pendidikan ?Terima Kasih Jawaban :Bapak Agoes yang terhormat, selamat kepada Bapak yang sudah memulai berwirausaha di bidang penjualan makanan dan minuman ringan.Bapak sudah masuk dalam tahap mereview dan merapikan bisnis yang sedang berjalan. Review yang perlu dilakukan adalah apakah pasar [dalam hal ini : pengunjung kantin bimbingan belajar]sudah sesuai dengan target yang ingin dicapai. Pada tahap awal sebelum terjun ke dunia wirausaha ini, tentunya Bapak sudah memiliki hitungan berapa omzet rata-rata per hari jika ingin balik modal. Kemudian bandingkan dengan kenyataan sehari-hari, apakah target jumlah pembeli rata-rata perhari melebihi target pada waktu perencanaan. Jika kurang dari target, maka bisnis yang ada bisa dikatakan merugi. Untuk itu perlu dilakukan analisa mengapa penjualan kurang dari target yang diharapkan. Apakah ada pesaing yang menjual produk yang sama di tempat tersebut? Apakah tempat berjualan di pojok yang jarang dilewati orang? Apakah bimbingan belajar tersebut memiliki murid yang terus bertambah atau malah berkurang terus? Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab untuk melihat prospek berwirausaha di tempat tersebut. Jika memang sudah tidak prospektif, maka Bapak perlu melihat tempat lain yang lebih menjanjikan.Jika melebihi dari target, maka bisnis yang ada bisa dikatakan untung, tetapi perlu dilakukan administrasi yang lebih rapi. Prinsipnya keuangan dari bisnis Anda ini tidak boleh bercampur dengan keuangan keluarga. Jika tercampur maka jalannya bisnis ini tidak diketahui, apakah untung atau rugi. Ada baiknya Bapak punya catatan khusus tentang pengeluaran dan pemasukan yang dilakukan setiap harinya, jangan sampai terlewat sepeserpun. Dengan memiliki catatan yang rapi, perkembangan bisnis Bapak akan terlihat.Selamat mereview dan merapikan usaha Anda.Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads