Income Besar, Pengeluaran Besar?

Konsultasi Keuangan

Income Besar, Pengeluaran Besar?

- detikFinance
Senin, 06 Agu 2007 08:35 WIB
Jakarta - Pertanyaan:"Umur saya 37th, berkeluarga dengan 2 orang putri, 9th dan 4th. Kalau dua tahunan yang lalu saya kesusahan bagaimana cara mengumpulkan dana untuk biaya pendidikan anak dan rencana pensiun kelak, tapi saat ini saya bingung bagaimana saya mengatur penempatan dana yang sudah terkumpul. Rencana kedepan saya ingin pensiun muda setelah umur 40-max 45th. Rata-rata penghasilan saya bersih sebulan Rp 90 juta. Saat ini sudah terkumpul dana pendidikan untuk kedua anak saya kelak sebesar Rp 500 juta, 80%nya dalam bentuk dolar AS.Pertanyaanya :a. Strategi seperti apa dan dimana saya bisa menempatkan dana pendidikan yang sudah terkumpul agar aman, terproteksi dan tidak dirongrong inflasi. Juga untuk dana pensiun yang sebagian sudah terkumpul?b. Untuk jangka 3-8 tanhun kedepan, kira-kira lebih baik mana menyimpan dana dalam USD atau Rupiah?c. Bagaimana cara melawan rumus/kebiasaan bahwa "Lebih besar penghasilan akan diikuti pengeluaran yang besar juga"? Jawaban:Salut pak! atas pencapaian usaha bapak untuk bisa memperoleh Kondisi Keuangan yang sangat baik dalam jangka waktu yang cepat dan pada saat masih berusia sangat muda. Yang lebih hebat lagi adalah keinginan bapak untuk pensiun di usia muda, dan kemudian menikmati hidup bersama keluarga. Banyak orang yang memiliki kondisi keuangan seperti bapak, tapi hanya sedikit dari antara mereka yang punya Tujuan Hidup untuk menikmati Balanced Life atau Hidup yang Seimbang. Dalam kondisi ini maka kita bisa menyeimbangkan kehidupan kita dengan tidak hanya mencari uang tetapi uang yang bekerja untuk kita. Selain itu, tentunya kehidupan kita diseimbangkan dengan tersedianya Waktu yang luang untuk Menemani dan Membimbing Anak dan Keluarga, serta juga bisa mempunyai alokasi waktu yang lebih banyak untuk Kepentingan Agama, Lingkungan dan Komunitas. Jika diasumsikan bahwa bapak ingin berhenti bekerja pada usia 45 tahun maka sisa waktu yang tersedia dari saat ini adalah +/- 8 tahun. Pada saat pensiun tersebut maka harus tersedia sejumlah Dana yang bisa menghasilkan Bunga, atau Aset yang bisa menghasilkan Uang sebagai Pendapatan Pasif (tanpa perlu bekerja atau upaya dari kita) senilai Total Pengeluaran Keluarga yang sesuai dengan Gaya Hidup kita. Janganlah lupa bahwa nilai Total Pengeluaran tersebut harus diproyeksikan berdasarkan nilai 8 tahun yang akan datang, dengan memasukkan unsur kenaikan Tingkat Inflasi selama 8 tahun. Faktor utama untuk menentukan nilai Total Pengeluaran adalah Gaya Hidup yang kita jalani selama ini. Tentunya ini harus dipersiapkan dan ditentukan sejak sekarang.1. Semakin tinggi Standar Gaya Hidup yang kita impikan maka akan semakin tinggi nilai Proyeksi Total Pengeluaran Keluarga di saat pensiun tiba. Faktor lain yang patut dipertimbangkan dalam menghitung nilai Proyeksi tersebut adalah Rencana Keluarga atas beberapa hal misalnya Penambahan Anggota Keluarga, Pembelian Rumah, Kendaraan, Pembelian Barang-barang kebutuhan pokok Keluarga yang nilainya besar, dan lain-lain. Jadi menghitung nilai Proyeksi tersebut harus cermat dan merujuk pada Rencana Kehidupan Keluarga dan Impian Kehidupan di masa depan. Semakin efisien Nilai Pengeluaran Keluarga kita saat ini maka akan semakin cepat bapak dapat mengakumulasikan kekayaan atau aset bapak sehingga bisa pensiun semakin dini. a. Dana Pendidikan membutuhkan suatu kepastian atau jaminan tersedianya dana pada saat dibutuhkan. Untuk itu bapak harus menetapkan rencana kelanjutan pendidikan anak sehingga dapat menghitung berapa nilai yang akan dibutuhkan. Bapak juga harus melihat sisa waktu yang tersedia antara rencana jenjang pendidikan anak dengan usia anak saat ini. Jika rencana pendidikan adalah menyediakan pendidikan terbaik untuk jenjang kuliah maka waktu yang tersisa +/- 10 tahun. Sekali lagi, proyeksi Dana Pendidikan yang dibutuhkan 10 tahun yang akan datang harus disesuaikan dengan tingkat inflasi yang terjadi. Oleh karena itu semakin besar dana yang disisihkan untuk keperluan ini maka semakin cepat pula dana masa depan bisa direalisasikan. Bapak bisa memilih produk dana pendidikan yang tersedia yaitu Asuransi Dana Pendidikan Anak, Tabungan Pendidikan Anak atau Reksa Dana Pasar Uang. Jenis produk-produk ini mempunyai karakteristik Jaminan Pengembalian Investasi atau Tingkat Bunga untuk Peningkatan Nilai Dana dan mempunyai Tenor atau Jangka Waktu yang sesuai kebutuhan kita. Sebaiknya bapak menghindari jenis produk yang tidak mempunyai Jaminan Pengembalian Investasi atau Tingkat Bunga walaupun Penjual Produk menawarkan Tingkat Pengembalian Investasi atau Tingkat Bunga yang tinggi. Penawaran yang diberikan tersebut hanya berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi tetapi bukan merupakan Jaminan Komitmen untuk produk yang dibeli saat ini. Sedangkan untuk Pensiun maka bapak bisa memilih produk yang mempunyai risiko lebih tinggi tetapi menjanjikan pengembalian Investasi atau tingkat bunga yang lebih besar. Sesuai dengan pengalaman penulis maka bapak harus siap secara mental dan moral dalam berinvestasi. Pahamilah pengetahuan mengenai produk investasi tersebut secara komprehensif dan kenali secara baik risiko-risikonya. Jika punya waktu yang luang, pengetahuan atas produk, keahlian akan jenis produk investasinya dan mungkin pengalaman maka lakukan pengelolaan investasi tersebut sendiri. Kekuatan dari pengelolaan sendiri adalah kita bisa memonitornya untuk membuat keputusan yang terbaik bagi keamanan nilai investasi kita. Tetapi jika kita tidak mempunyai faktor-faktor tersebut maka sebaiknya kita memilih Penyedia Produk yang Terpercaya, Keahlian mengelola Investasi, Aman, mempunyai Track Reccord yang bagus dan Pelayanan Nasabah yang terlengkap dll. Jangan membeli produk hanya karena ikut-ikutan teman tanpa terlebih dahulu menyelidiki dan meneliti semua aspek dari perusahaan penyedia produk tersebut.b. Denominasi mata uang tergantung kepada Rencana Kehidupan/Kebutuhan Keluarga yang terkait. Misalnya Rencana Pendidikan Anak adalah mengirim Anak Ke Eropa setelah lulus SMA maka tentunya lebih cocok dan menguntungkan jika kita menyimpan dana dalam bentuk Euro. Sebenarnya masing-masing Mata Uang mempunyai Kelebihan dan Kekurangan sendiri-sendiri. Jika kita menyimpannya dalam bentuk Rupiah, maka kita bisa memperoleh Tingkat Suku Bunga yang lebih menarik tetapi lebih rentan terhadap Tingkat Inflasi dan Nilai Tukarnya sangat sensitif dengan kondisi ekonomi dunia. Sedangkan mata uang asing lebih kuat menghadapi tekanan Inflasi tetapi Suku Bunganya lebih kecil. Yang harus diperhatikan adalah Perbedaan Suku Bunga Deposito antara Rp dan USD/Euro, jika sudah < 3% maka menyimpan Dana dalam bentuk Mata Uang Asing akan lebih menguntungkan.c. Teori bahwa Semakin Besar Pendapatan maka Semakin Besar Pengeluaran sebenarnya sesuai dengan Teorema Maslow. Hal ini terjadi akibat dari Peningkatan Pendapatan menyebabkan Perbaikan Status Sosial yang membutuhkan Penyesuaian atau Perbaikan Gaya Hidup. Oleh karena itu seperti dijelaskan di depan maka Kita lah pemegang keputusan yang bisa menetapkan Gaya Hidup yang diinginkan. Kunci terpenting adalah menahan Nafsu Belanja dan menjaga Lapar Mata untuk membeli barang-barang yang sebenarnya sudah kita miliki. Buatlah Perencanaan Keuangan Keluarga yang paling dasar yaitu membuat Anggaran Pengeluaran Jangka Pendek, Menengah dan Panjang, serta menjalankannya dengan Komitmen yang Tinggi sehingga bisa menjaganya dari Pelanggaran-pelanggaran.Risza Bambang-Shildt Financial Planner (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads