Konsultasi Keuangan
Franchise Money Changer
Jumat, 21 Sep 2007 09:24 WIB
Jakarta - Saya melihat adanya franchise atau waralaba money changer, dalam ilustrasi yang diberikan apabila kita mempunyai uang sebesar Rp 1 miliar, maka laba yang diperoleh bisa mencapai Rp 60 juta perbulannya. Terus terang saya ragu untuk menjalankannya, karena untuk memulainya saya diharuskan membayar franchise fee dalam jumlah ratusan juta di depan. Permasalahan saya disini apakah benar ilustrasi yg diberikan? dengan lokasi di jalan sudirman, 2 orang marketing, 2 orang teller dan 2 orang messenger, apakah laba yang diilustrasikan bisa tercapai? Jawaban :Pak Stefen, dalam berbisnis memang banyak hal harus kita lihat dan pelajari. Yang pertama, kita harus melihat kelayakan usaha yang dijalankan ini, apakah cukup menjanjikan. Apakah secara hitungan-hitungan bisnis menguntungkan. Jika memang memerlukan pengetahuan lebih tentang hal tersebut, kita perlu belajar lebih lanjut. Jika memang cukup layak, kita bisa melangkah lebih lanjut.Yang kedua, apakah bapak cukup memahami industri yang ingin diterjuni ini. Siapa pasar yang akan dibidik. Apakah ada pola pergerakan pasar yang khusus. Kapan bisnis ini mencapai peak dan kapan low. Jika semua sudah kita pahami, apakah franchise yang ingin kita beli dan kembangkan memiliki keunggulan yang memadai. Artinya ada karakteristik khusus sehingga bisnis yang ingin dikembangkan tersebut memiliki 'nilai jual'.Yang ketiga, jika kedua hal di atas telah dilalui, sekarang saatnya untuk melangkah. Dengan perencanaan yang matang, maka langkah pertama akan menjadi lebih ringan. Pastikan bahwa langkah pertama dapat segera dilakukan, maka langkah-langkah selanjutnya akan menjadi ringan. Perbedaan antara burung yang mau terbang dan yang sudah terbang adalah jauh sekali. Jangan hanya menjadi 'burung yang mau terbang' saja, tetapi pastikan bahwa kita telah menjadi 'burung yang sudah terbang'.Dalam perencanaan bisnis, selain rencana untuk masuk bisnis ini, juga perlu disiapkan rencana untuk keluar dari bisnis ini, jika memang bisnis yang jalankan sudah tidak prospektif lagi.Pada sisi perencanaan keuangan, keuangan dari bisnis yang kita kembangkan secara mutlak harus terpisah dari keuangan keluarga kita. Sehingga kita dapat mengembangkan kedua sisi keuangan kita dengan baik.Selamat berbisnis.Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning
(qom/qom)











































