Ganti Mobil atau Beli Rumah?

Konsultasi Keuangan

Ganti Mobil atau Beli Rumah?

- detikFinance
Jumat, 23 Nov 2007 09:03 WIB
Jakarta - Pertanyaan:

Saya karyawan swasta usia 32, menikah dan punya satu anak. Penghasilan bulanan saya saat ini Rp 11 juta. Di luar gaji saya mendapatkan tunjangan lain dari kantor sebesar Rp 36 juta per tahun, kadang terpakai sebagian. Pengeluaran rutin bulanan saat ini Rp 10 s/d 11 jt, dengan kata lain kadang bisa nabung kadang tidak.

Saat ini saya punya deposito Rp 17 juta. Saya tinggal di rumah yang dipinjamkan orang tua, namun statusnya hanya pinjaman (bukan diberikan). Saya sudah punya mobil sendiri keluaran th 2003 yang sudah lunas saya cicil.

Saya punya dua opsi untuk tahun depan yaitu opsi pertama membeli rumah secara kredit 10 tahun, namun konsekuensinya saya tidak bisa mengganti mobil dalam waktu dekat, sedangkan biaya perawatan mobil makin meningkat. Opsi kedua saya membeli mobil baru secara tunai sehingga biaya perawatan berkurang, tapi saya harus menunda membeli rumah lebih lama lagi, di sisi lain harga rumah makin meningkat. Selain itu ada resiko suatu hari rumah pinjaman orang tua akan diambil lagi.

Mohon masukan dan saran atas dua alternatif tersebut, atau jika memungkinkan ada alternatif lain yang harus saya lakukan. Terima kasih atas masukan dan sarannya.

Jawaban:

Kalau dianalisa berdasarkan informasi yang Bapak berikan, maka tampaknya Bapak adalah seorang Eksekutif Muda yang memiliki karir yang cemerlang. Dalam usia yang masih tergolong muda Bapak mempunyai Penghasilan yang saat ini banyak diimpikan orang. Namun sayangnya saya tidak mempunyai informasi apakah istri Bapak juga bekerja atau mempunyai penghasilan? Jika ya maka berapa Penghasilan yang tentunya menjadi tambahan Sumber Pendapatan bagi Keluarga.

Selain itu saya juga tidak dapat menganalisa kondisi Anak Bapak. Apakah sudah bersekolah atau belum? Jika ya maka sekarang kelas berapa? Apakah ada kemungkinan untuk naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dalam waktu dekat? Misalnya dari TK jadi SD? Bagaimana dengan Perencanaan Pendidikannya? Apakah sudah dipersiapkan? Dan lain sebagainya.Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β  Β 

Dengan berdasarkan pada informasi di atas yang saya peroleh maka sekilas terlihat bahwa Bapak tidak mempunyai masalah dengan pemasukan tetapi masalah terbesar Bapak adalah pengeluaran. Banyak orang yang beranggapan bahwa kekayaan seseorang dinilai dari Besar Penghasilannya. Padahal jika penghasilan besar tetapi pengeluaran juga besar maka bisa dikatakan orang tersebut sangat tergantung kepada pekerjaannya, dan belum bisa dikatakan sebagai Orang Kaya.

Seharusnya kekayaan dilihat dari berapa lama keluarga dari orang tersebut bisa tetap hidup dengan tanpa mengorbankan Gaya Hidupnya saat ini, dengan tanpa perlu bekerja lagi. Dengan kata lain, biaya hidup keluarga dibebankan kepada aset likuid atau bahkan dari Pasive Income (Pendapatan yang diperoleh tanpa perlu bekerja lagi).

Jadi rekomendasi saya adalah Bapak perlu untuk memperbaiki gaya hidup keluarga sehingga bisa lebih efisien dalam mengatur Pengeluaran. Cobalah Anda membuat:

1. Daftar Pengeluaran Belanja yang Utama,
2. Anggaran Pengeluaran
3. Hapuslah Jenis Pengeluaran yang tidak perlu atau penting,
4. Perbaiki cara membayar Kartu Kredit dengan selalu melunasi tagihan sebelum Jatuh Tempo,
5. Disiplin dalam membelanjakan uang agar selalu sesuai dengan Anggaran dan tidak melebihi anggaran yang sudah ditetapkan,
6. Kurangi kebiasaan membuang uang untuk makan di luar, nonton film di Bioskop, belanja di Mall, Rokok, Jajan dsb.

Dengan melakukan hal-hal tersebut secara disiplin dan benar maka mudah-mudahan pengeluaran Bapak bisa disesuaikan menjadi maksimum 70% dari Penghasilan Total Keluarga. Sisa penghasilan bisa digunakan sebagai Investasi atau bisa dipergunakan sebagai sumber dana untuk kredit baik KPR (Rumah) maupun KPM (Mobil).

Namun janganlah lupa bahwa akan ada tambahan biaya lainnya yang disebabkan oleh pembelian rumah atau mobil, misalnya bayar PBB, penyesuaian transportasi, perawatan rumah atau mobil dan lain-lain. Perubahan gaya hidup ini juga menjadi syarat utama dalam pengajuan Kredit baik KPR atau KPM mengingat pihak pemberi kredit (Bank atau Finance) memberlakukan bahwa Angsuran Bulanan tidak boleh lebih dari 1/3 Nilai Penghasilan.

Dengan sedikit mengorbankan gaya hidup keluarga Bapak selama maksimal 1 tahun maka kelihatannya dalam 12 bulan mendatang maka Bapak bisa memperoleh 2 impian Bapak secara sekaligus. Yaitu dengan cara tukar guling kendaraan untuk mobil dengan tahun yang lebih baru dengan sumber dana dari deposito dan/atau tunjangan pendapatan.

Sedangkan KPR dapat diperoleh dengan sisa pendapatan akibat Revisi Anggaran Belanja. Uang muka pembelian rumah bisa diperoleh dari akumulasi sisa pendapatan selama 12 bulan.Β  Demikian pendapat dan saran saya, mudah-mudahan bisa membantu Bapak dalam mengatasi kebingungan tersebut.

Salam

Risza Bambang-Shildt Financial Planner (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads