Sekadang saya masih kontrak dan rencana membeli rumah dengan modal deposito Rp 90 juta dan nilai tanah yang akan saya jual sebesar Rp 31 juta. Dari jual tanah ini rencananya saya akan membuka usaha rumah makan dalam bentuk Food court (FC) didaerah Cianjur.Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Yang ingin saya tanyakan :
a. Jika saya bekerja, bagaimana cara membagi waktu yang efektif antara bekerja dan usaha?
b. Jika saya hanya memberikan modal sebesar Rp 15 juta saja menurut Anda apakah cukup mengingat usaha dalam sistem FC ini berdasarkan bagi hasil untuk makan 75%-25% (75% untuk kita) dan untuk minuman 70%-30%.
c. Jika saya buka disana apakah ada survei atau data favorit kesukaan daerah Cianjur/menu apa yg sebaiknya saya sediakan?
Jawaban:
Arus Kas:
PendapatanΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Gaji Suami (min) : RpΒ 4.000.000 Β Β Β Β Β Β
Gaji Istri: Rp 1.100.000 Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Lain-lainΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β -Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Total: RpΒ 5.100.000 Β Β Β Β Β Β
Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Pengeluaran: RpΒ 2.000.000
Total:Β Β Β 2.000.000 Β
Selisih Positif: RpΒ 3.100.000.
Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Dari Arus Kas di atas maka terlihat bahwa Keluarga Bapak bersama Ibu mempunyai Kemampuan untuk Menabung sebesar minimal Rp 3 juta per bulan. Secara teori maka Bapak bisa mempergunakan uang ini sebagai Angsuran KPR sehingga Impian untuk membeli Rumah bisa terwujud. Sedangkan Uang Muka KPR bisa diperoleh dari Deposito yang Bapak miliki. Β Tapi tentunya tidak bijaksana jika kita menggunakan keseluruhan uang Tabungan kita untuk dialokasilan sebagai Pembayar Angsuran KPR. Mungkin akan lebih baik jika kita hanya mengalokasikan maksimum sebesar 25-30% dari Pendapatan sebagai cicilan pembayaran kredit termasuk KPR, KPM dsb.
Untuk itu diperoleh nilai sebesar +/- Rp 1,750,000 yang bisa dialokasikan untuk bayar Angsuran KPR. Agar tidak mengganggu Kondisi Keuangan Keluarga maka sebaiknya tidak mengambil Kredit untuk keperluan Konsumsi. Jika untuk KPR masih diperbolehkan mengingat Rumah adalah Kebutuhan Pokok Keluarga, sedangkan KPM hanya disarankan jika Biaya Transportasi dengan Kendaraan Publik akan lebih tidak efektif dan efisien dibandingkan jika menggunakan Kendaraan Pribadi.
Namun perlu diperhatikan biaya-biaya tambahan yang mungkin timbul akibat pemilikan Kendaraan Pribadi. Untuk membantu penghitungan Nilai Angsuran maka jika kita mengambil KPR dengan Nilai Hutang Rp 100 juta, dengan Jangka Waktu Pengembalian 10-15 tahun dan bunga utang +/- 12% maka diperoleh Angsuran per bulan sebesar +/- Rp 1.300.000. Β
Jadi dengan kondisi keuangan sesuai informasi yang diberikan maka Kemampuan Keluarga Bapak untuk ambil KPR adalah membeli Rumah senilai +/- Rp 200-250 juta, dengan kondisi Uang Muka Rumah dibayar memakai Deposito yang Bapak miliki.
Sedangkan Angsuran dibayarkan dari menyisihkan 30% dari Pendapatan Keluarga. Sisa atas Selisih Positif dari Pendapatan dan Pengeluaran dapat dipergunakan sebagai sumber dana untuk Investasi, Akumulasi Dana Darurat dan keperluan Keuangan Lainnya seperti Asuransi, Pendidikan Anak, Dana Pensiun, dan lain-lain.
Banyak orang yang salah dalam mengartikan kata Investasi, menjalankan Bisnis adalah salah satu dari bentuk Investasi, jenis ini disebut sebagai Investasi Faktor Riil. Oleh karena itu jika Bapak ingin membuka Waralaba Makanan atau Minuman maka ini juga bisa dikategorikan sebagai Investasi. Untuk itu Bapak harus mempertimbangkan secara sempurna agar Probabilitas Sukses bisa ditingkatkan, sedangan Resiko diminimalisasikan sehingga menghasilkan Tingkat Bunga Investasi yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis Investasi lainnya.
a. Menjawab pertanyaan Bapak tentang Pembagian Waktu antara Kerja dengan orang lain dan Bisnis sendiri adalah sangat tergantung kepada Jenis Pekerjaan yang dilakukan saat ini, Jenis Bisnis, Tempat Bisnis, Tempat Tinggal, Lokasi Pekerjaan dan lain-lain.
Tapi cara termudah untuk menentukan Pembagian Waktu adalah jika Bapak sudah membuat suatu Perencanaan Bisnis yang sempurna dan tepat yang terdiri dari Perencanaan Kerja, Perencanaan Keuangan dengan memproyeksikan Penjualan dan Pendapatan serta membuat Anggaran Biaya, Rencana Pemasaran, Rencana Operasional, Kebutuhan Karyawan, Kondisi PesaingΒ dan lain-lain.
Jika dengan sistim Waralaba maka pihak Penjual Waralaba tentunya sudah mempunyai hal-hal tersebut di atas, tetapi tidak ada salahnya jika Bapak juga melakukan sendiri sebagai bahan perbandingan untuk menentukan apakah jenis Waralaba tersebut layak untuk dipertimbangkan atau tidak. Dengan informasi yang diperoleh dari pembuatan Rencana Bisnis tersebut maka Bapak bisa menentukan Porsi Kerja serta Tanggung Jawab yang akan Bapak lakukan. Bahkan Bapak bisa menentukan atau memutuskan Sistim Bisnis, Modal, Cara Kerja yang efektif dan efisien dan metode operasional yang akan dijalankan. Rencana Bisnis tersebut akan merefleksikan berapa waktu, tenaga, pikiran dan biaya yang diperlukan dan harus dialokasikan oleh Bapak sebagai Investor.
b. Penentuan porsi Modal juga bisa ditentukan berdasarkan Rencana Bisnis seperti poin a. Nilai Modal tersebut besar atau kecil sangatlah relatif, sekali lagi ini sangat tergantung kepada Rencana Bisnis.
c. Survei mengenai Menu Favorit atau Jenis Restoran apa yang paling diminati mungkin tersedia di Dinas Pariwisata Daerah bersangkutan, atau Asosiasi atau Perkumpulan Hotel dan Restoran, atau Media yang berkecimpung dalam jenis usaha tersebut.
Namun jika Bapak tidak dapat mendapatkannya maka bisa dilakukan dengan membuat suatu Survay sendiri dengan melibatkan atau menyewa Lembaga atau Perusahaan atau Konsultan Marketing Research yang mempunyai pengalaman dalam melakukan hal seperti ini. Yang harus diperhatikan adalah Pengambilan Sampel untuk Statistik, dan Kuesioner yang akan dipergunakan.
Dan tentunya ini hanyalah Alat Bantu untuk membuat Keputusan, yang paling berwenang dan paling tepat untuk memutuskan adalah Investor sendiri. Namun Keputusan harus dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh informasi dan menggunakan kebijaksanaan serta naluri bisnis yang tinggi. Β
(qom/qom)











































