Oleh FAO-nya, premi yg kami setor diinvestasikan di pasar modal dan pasar uang. Namun hingga awal tahun 2008 ini, kok hasilnya kurang mengembirakan Pak ya, masih jauh dibawah nilai total yang kami setorkan. Beda sekali dengan skenario yang diberikan oleh FAO-nya dulu waktu kita hunting produk.
Pertanyaan saya :
1.Apa memang selalu dalam 5 tahun pertama nilai akumulasi premi kita selalu dibawah nilai akumulasi premi yg kita setor?
2.Apa kita harus selalu aktif dalam memantau kinerja instrumen investasi kita, misal dengan mengubah persentase portofolio kita?
3.Mengingat saat ini produk asuransi sangat beragam, bagaimana cara memilih perusahaan asuransi yang baik?
4.Asuransi apa saja yang harus saya utamakan?
Sekian dan terima kasih.
Jawaban :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk tradisional umumnya dibagi lagi dalam 3 kelompok, yaitu asuransi jiwa berjangka, asuransi dwiguna/asuransi endowment, dan asuransi seumur hidup. Produk asuransi jiwa berjangka akan memberikan manfaat berupa uang pertanggungan kepada keluarga saat si tertanggung atau umumnya adalah kepala rumah tangga meninggal dunia dalam masa kontrak/masa asuransi. Sedangkan produk asuransi dwiguna/asuransi endowment memberikan manfaat saat tertanggung meninggal dunia dalam masa kontrak/masa asuransi dan saat tertanggung tetap hidup saat akhir masa kontrak atau masa asuransi. Adapun produk asuransi seumur hidup memberikan manfaat kepada keluarga yang ditinggalkan saat tertanggung / kepala keluarga meninggal dunia kapanpun itu terjadi.
Pada umumnya premi untuk asuransi jiwa berjangka paling minimal, sedangkan premi asuransi dwiguna atau asuransi endowment paling tinggi. Sedangkan premi untuk asuransi seumur hidup diantara kedua produk tersebut.
Jenis yang kedua yaitu produk unit link adalah merupakan produk yang menggabungkan antara asuransi dan investasi. Pada produk ini kita dapat mengetahui berapa besar dari bagian uang yang kita setorkan dipakai untuk membayar premi asuransi, biaya administrasi dan bagian yang diinvestasikan. Misalnya ada produk yang membagi uang yang kita setorkan per tahun sebesar 1000 menjadi sebagai berikut :
- Premi Asuransi : 100
- Biaya Administrasi : 20
- Diinvestasikan : 880
Jadi dari sini bisa terlihat bahwa uang yang berkembang atau yang diinvestasikan sebesar 880, bukan 1000. Ada beberapa variasi pembagian uang yang kita setorkan sesuai dengan spesifikasi produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa.
Umumnya instrumen investasi yang ditawarkan adalah instrumen investasi yang memiliki 3 jenis risiko, yaitu risiko rendah, sedang dan tinggi. Pemilihan instrumen investasi tergantung dari nasabah, jadi kita harus memastikan bahwa pilihan sesuai dengan karakter kita.
Untuk melihat mana perusahaan asuransi yang baik atau tidak, kita dapat melihat kinerja dari perusahaan tersebut dari laporan keuangan yang diterbitkan oleh beberapa media cetak. Atau kita juga bisa melihat beberapa media cetak mengadakan penilaian atas kinerja dari perusahaan asuransi jiwa yang ada di Indonesia.
Pembelian produk asuransi akan sangat bergantung pada kebutuhan kita. Kadang kita cukup membeli produk asuransi jiwa berjangka yang hanya menanggung risiko saja tanpa ada unsur tabungannya. Atau produk yang mirip asuransi jiwa berjangka seperti asuransi kecelakaan, asuransi perawatan rumah sakit.
Pastikan dulu, apa sebenarnya kebutuhan kita. Dan pastikan kita memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Selamat memilih.
(qom/qom)











































