Bisnis Penyewaan Trailer

Bisnis Penyewaan Trailer

- detikFinance
Jumat, 08 Agu 2008 09:50 WIB
Jakarta - Saya fifi, umur 32 tahun belum menikah. Saya berencana membeli sebuah aset (buntut trailer dengan 10 ban) yang nantinya akan saya sewakan untuk menambah penghasilan. Harga aset tersebut dengan kondisi second sebesar Rp 45 juta.

Saya akan membeli aset tersebut dengan cara meminjam uang ke bank sebesar Rp 50 juta dengan cicilan Rp 1,7 juta per bulan selama 3 tahun. Uang sebesar Rp 5 juta rencananya akan saya pakai untuk perbaikan sebelum disewakan. Saat ini saya sudah mendapatkan pasar yang akan menyewa asset tersebut. Pertanyaan :

Menurut Bapak bagaimana rencana saya dengan membeli aset dengan cara meminjam ke Bank dengan jangka waktu 3 tahun?

Saya sudah meperhitungkan bahwa sampai dengan 3 tahun ke depan saya tidak akan dapat menikmati hasil dari aset tersebut karena laba dari aset tersebut sebesar Rp 300 ribu akan saya simpan untuk biaya perbaikan sewaktu-waktu ada kerusakan (tidak termasuk penggantian ban karena apabila ada ban yang perlu diganti merupakan tanggung jawab penyewa). Apakah perhitungan saya tersebut sudah tepat?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban:

Saya ucapkan salut buat Anda yang mempunyai niat untuk wirausaha dengan melakukan perencanaan bisnis yang cukup matang. Jenis investasi seperti yang Ibu lakukan adalah jenis investasi yang tidak saja memberikan keuntungan bagi pemilik usaha, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat karena bisa menggerakkan roda ekonomi dan mengurangi pengangguran.

Memulai bisnis membutuhkan dana awal sebagai modal, serta dana operasional untuk menjalankan bisnis sehari-hari. Modal bisa diperoleh dari aset yang kita miliki atau juga ditambah dari modal milik pihak lain misalnya bank. Buat pebisnis ulung maka mereka bisa memperoleh modal milik pihak lain tanpa perlu menambah dengan modal dari miliknya sendiri. Atau dengan kata lain, mereka bisa memulai suatu bisnis dengan tanpa butuh modal material sama sekali, kecuali keahliannya berwiraswasta dan pengalamannya menjalankan bisnis tersebut.

Menganalisa perencanaan bisnis Anda maka tampaknya nilai sewa Trailer yang akan Anda dapatkan adalah +/- Rp 2 juta per bulan. Kondisi yang berlaku adalah Anda bertanggungjawab untuk perbaikan trailer yang terjadi jika bukan akibat penggantian ban, yang menjadi beban dari penyewa.

Yang tidak Anda informasikan adalah apakah ada jangka waktu penyewaan atau bebas terbuka tanpa batasan waktu. Tentunya akan lebih kecil resikonya jika kita bisa mendapatkan jangka waktu sewa misalnya 3 tahun, sehingga paling tidak bisa mengurangi beban cicilan hutang. Namun tanpa jangka waktu sekalipun maka tampaknya Anda sudah yakin akan permintaan sewa Trailer Anda. Saya sarankan agar Anda memberikan minimum Jangka waktu dengan memberikan harga yang lebih menarik untuk keamanan resiko gagal bayar hutang. Atau bisa juga dengan menaikkan harga sewa di atas harga normal jika hanya menyewa untuk waktu yang lebih pendek misalnya sebulan.

Jika pasar sudah tersedia, dan kondisi Trailer layak untuk beroperasi lebih dari jangka waktu cicilan hutang, serta nilai sewa bisa menutup biaya operasional Trailer, cicilan hutang, resiko kerusakan, premi asuransi untuk resiko kehilangan dan kecelakaan, serta semua resiko yang mungkin terjadi, serta masih ada sisa untuk laba, maka meminjam uang bank untuk membeli aset adalah salah satu upaya mendapatkan modal yang sangat efektif.

Yang perlu Anda ingat adalah jenis aset yang Anda miliki merupakan jenis aset yang mempunyai penurunan nilai buku karena masa atau waktu kelayakan beroperasi. Biasanya kendaraan mempunyai jangka waktu penggunaan selama maksimal 5 tahun, oleh karena itu nilai penurunan bukunya pun menjadi 0 dalam jangka waktu 5 tahun. Tapi ini tidak berarti harga jualnya akan menjadi 0 dalam 5 tahun. Jadi jika kita memperoleh sewa dengan jangka waktu 5 tahun maka kita tentunya sudah bisa menghitung potensi keuntungan yang akan diraih, apalagi jika cicilan hanya sampai 3 tahun saja.

Untuk menilai apakah perhitungan bisnis Anda sudah tepat adalah dengan membuat Rencana Bisnis dengan mengamati (survay) atas kondisi bisnis ini baik secara internal, external, lingkungan dan ketentuan yang berlaku. Amatilah pesaing Anda, kenalilah calon nasabah Anda, pelajarilah kondisi Aset (Trailer) Anda dan telitilah secara seksama proyeksi biaya termasuk cicilan yang mungkin timbul.

Saya sarankan agar Anda menggunakan Metode Konservatif dalam menghitung Proyeksi Pendapatan atau Omzet Bisnis, sebaliknya menggunakan Metode Agresif dalam membuat Anggaran Biaya Pengeluaran. Namun titik temu dari Pendapatan dikurangi Pengeluaran atau disebut dengan Laba haruslah tetap positif. Dengan metode Konservatif vs Agresif tersebut maka Anda akan memperoleh Realisasi Laba yang lebih besar jika bisa melipat gandakan Pendapatan sekaligus menjaga agar Pengeluaran bisa lebih kecil dari Anggarannya.

Demikian input dan wawasan dari saya agar bisnis transportasi yang Anda lakukan akan memperoleh tingkat pengembalian yang menarik dan tinggi. Jika seluruh modal diperoleh dari pihak lain maka sebenarnya keuntungan yang Anda raih adalah Tidak Terhingga (infinite) walaupun Laba Bersih sangat sedikit, karena Nilai Modal adalah 0. Jadi Laba (walau kecil) dibagi Modal (0) adalah Tidak Terhingga. Jika kondisi ini bisa Anda peroleh maka Anda sudah bisa dikategorikan Pebisnis Ulung.

Salam
Risza Bambang-Shildt Financial Planner     (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads