Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (15/9/2008).
Value Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana diakuinya memang mengalami penurunan karena adanya penurunan pasar akibat gejolak di pasar keuangan AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian Bapepam akan memonitor kinerja reksa dana dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) dan para manajer investasi.
"Saya minta MI-MI berkomunikasi dengan nasabahnya agar mereka bertahan dan tidak usah panik, pokoknya kita terus melakukan hal yang positif buat market," ujarnya.
Ketua APRDI, Abiprayadi Riyanto di tempat yang sama juga senada dengan Fuad, menurutnya penurunan kinerja reksa dana terjadi penurunan karena pasar yang sedang tidak bagus dan bukan karena redemption besar-besaran. Misalnya reksa dana saham yang nilai marketnya turun sekitar 20 persen.
"Redemption dari dulu juga ada saya kira ada redemption ada subcription, jadi masih normal, kalau market turun banyak karena harganya turun ke bawah bukan hanya redemption saja," ujarnya.
Saat ini total reksa dana keseluruhan itu mencapai Rp 90 triliun, dan sekarang orang malah justru mulai kembali masuk ke reksa dana.
"Kalau saya bilang kondisi sekarang itu gak apa-apa, malah sekarang saatnya masuk lagi, saya saja masuk lagi kok," ujarnya sambil tertawa.
(ddn/qom)











































