Saham Masih Jadi Pilihan Investasi Jangka Panjang

Saham Masih Jadi Pilihan Investasi Jangka Panjang

- detikFinance
Senin, 22 Sep 2008 16:26 WIB
Saham Masih Jadi Pilihan Investasi Jangka Panjang
Jakarta - Di tengah kondisi pasar keuangan global yang penuh gejolak, bahkan beberapa menyebutnya sebagai depresi besar kedua, namun investasi saham masih jadi pilihan untuk investasi jangka panjang.

"Kalau untuk investor jangka panjang sebetulnya saham masih sangat menarik. Sebab, apa yang terjadi belakangan ini lebih didorong oleh faktor global. Fundamental saham-saham di Indonesia masih bagus kok," lugas Presiden Direktur PT First State Investment, Legowo Kusumonegoro saat dihubungi detikFinance, Senin (22/9/2008).

Menurut Legowo, penurunan IHSG selama 3 pekan di bulan September 2008 lebih didorong oleh faktor bursa global. Secara fundamental, kinerja emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih skala yang normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi sebenarnya untuk investasi jangka panjang saham masih menarik, termasuk reksa dana saham," ujar Legowo.

Pada penutupan perdagangan 29 Agustus 2008, IHSG berada di level 2.165,94. Pada penutupan 19 September 2008, IHSG anjlok 12,66% ke level 1.891,73. Bahkan pada penutupan perdagangan 15 September 2008, IHSG sempat menembus level 1.719,25, atau anjlok 20,62% dibanding penutupan Agustus 2008.

Penurunan IHSG dianggap menjadi sebab terjadinya redemption cukup besar pada produk-produk reksa dana, terutama yang berbasis saham.

Akibatnya, menurut Legowo, banyak investor-investor reksa dana saham yang beralih ke deposito karena menawarkan suku bunga yang lebih menarik.

"Saya tidak pegang data pastinya, tapi memang ada yang berpendapat banyak investor reksa dana yang beralih ke deposito. Mereka memang menawarkan tingkat suku bunga yang pasti dan lebih menarik ketimbang return beberapa produk reksadana," ulas Legowo.

Oleh karena itu, Legowo mengatakan bahwa untuk investasi jangka pendek penempatan dana di deposito cukup menarik.

"Kalau untuk investasi jangka pendek memang kelihatannya deposito lebih menarik atau bisa juga di reksa dana pasar uang. Kalau investasi saham untuk jangka pendek, pasar masih sangat volatile, jadi memang kurang menarik," imbuh Legowo.

Atas dasar itu, Legowo memberi saran bagi investor-investor yang ingin berinvestasi, deposito dan reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, untuk investasi jangka panjang, saham dan reksa dana saham, juga reksa dana terproteksi bisa menjadi pilihan. (dro/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads