Dalam keterangan pers yang diterima detikFinance, Minggu (5/10/2008), total dana kelolaan reksa dana Mandiri Investasi pada 25 September 2008 mencapai Rp 6,6 triliun, naik dua kali lipat lebih dari awal tahun yang sebesar 2008 Rp 3,1 triliun.
Tak hanya itu, Mandiri Investasi juga meningkatkan posisinya sebagai perusahaan manajer investasi terbesar ketiga setelah sebelumnya berada di posisi sembilan pada awal tahun 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami lebih fokus berinvestasi pada efek-efek yang diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Mayoritas total dana investasi Mandiri Investasi ditempatkan pada obligasi Pemerintah Republik Indonesia, obligasi korporasi, saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan instrumen uang di dalam negeri," katanya.
Ia menegaskan, Mandiri Investasi tidak melakukan investasi pada efek-efek underlying asset yang menjadi penyebab krisis keuangan global, khususnya efek-efek pada sektor properti dan keuangan di AS.
Saat ini Mandiri Investasi hanya mengelola 3 produk Reksa Dana Terproteksi yang memiliki eksposur pada efek luar negeri, yaitu pertama, Mandiri Protected Extra (MPE), berinvestasi pada opsi indeks saham 11 bursa di Asia dan opsi indeks Nikkei.
Kedua, Mandiri Protected Extra 2 (MPE 2) berinvestasi pada opsi DWS Invest BRIC Plus Fund, reksa dana yang berinvestasi pada saham-saham di bursa Brazil, Rusia, India dan China. Ketiga, Mandiri Capital Protected Fund 1 (MCPIF 1) yang berinvestasi pada opsi DWS Global Agribusiness Fund, yaitu reksa dana yang berinvestasi pada saham-saham di sektor agribisnis global.
"Melihat sisi positif krisis keuangan global saat ini, Mandiri Investasi percaya ketidakpastian saat ini memberikan peluang investasi yang baik bagi investor jangka menengah," lanjutnya.
(lih/qom)











































