"Manajemen UNVR mengakui bahwa mereka memangkas harga produk shampo dan perawatan kulit sebagai balasan pada P&G," jelas Bernard Thien, President Director PT CIMB-GK Securities Indonesia dalam rekomendasi hariannya, Senin (7/9/2009).
Analis CIMB-GK Securities pun telah mengunjungi hipermarket, Carrefour untuk melihat langsung bagaimana perang harga kedua produsen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara UNVR memangkas harga shampo Dove hingga 33% untuk ukuran 360 ml dan memberi hadiah 90 ml Sunsilk dan Clear untuk setiap pembelian botol 180 ml.
"Kami percaya P&G mengalokasikan pabrik produksi ke Thailand memberikan mereka efisiensi sehingga mampu melakukan perang harga. Hal ini memungkinkan mereka untuk mendapat bahan baku dan tenaga kerja lebih murah," jelas Bernard.
Standarisasi packaging juga mendukung inventory management yang lebih baik. Apabila terjadi oversuply disuatu negara, produk tersebut bisa
segera dikirim ke negara lain
"Sementara itu, consumer Indonesia price sensitive, sehingga keputusan P&G memangkas harga akan memakan pangsa pasar milik UNVR," imbuhnya.
Ditambahkannya, keunggulan distribusi UNVR tidak memiliki barrier to entry yang tinggi seperti sebelumnya, karena:
- Penetrasi ritel modern diperkirakan 40% dibandingkan 10% pada 10 tahun lalu.
- Iklan TV P&G yang lebih efektif sehingga menciptkan 'pull factor' ditambah dengan harga yang lebih murah.
"Meskipun UNVR mengalami margin recovery pada 2Q09 karena penguatan
Rupiah dan penurunan harga bahan baku, kami melihat apabila perang harga ini terus berlangsung, maka downside earnings akan meningkat," tambah Bernard.
CIMB-GK Securities melihat perang harga antara keduanya akan terus berlangsung atas beberapa alasan.
- Populasi besar, penetrasi rendah untuk produk consumer care dan rumah tangga.
- Kondisi makro ekonomi yang mendukung private consumption. Daya beli mulai meningkat karena inflasi yang rendah oleh stabilnya harga pangan dan komoditas. Pilpres yang aman juga memberikan consumer confidence index dan retail sales index yang tertinggi dalam 4 tahun.
"Kami mempertahankan rating UNDERPERFORM untuk Unilever (UNVR) dengan target harga baru di Rp8730 (dari Rp9140) dengan memberikan premium 63% terhadap JCI, yang merupakan rata-rata, dan mengindikasikan 21.9 dan 19.1x CY10-11 earning. Kami telah memangkas laba inti sebanyak 6-8% karena kompetisi perang harga yang berlangsung saat ini akan memangkas margin," urai Bernard.
Pada perdagangan Senin ini, harga saham Unilever terus meningkat. Dalam setengah jam awal perdagangan, saham UNVR naik Rp 350 menjadi Rp 10.750.
(qom/qom)











































