Mastono Ali, Retail Research Analyst PT CIMB Securities Indonesia melihat, ada beberapa poin plus minus yang harus diwaspadai dalam pemisahan divisi mie instan yang selama ini menjadi unggulannya, yakni Indofood.
"Kami menilai opsi tersebut dengan positif, dengan keuntungan jangka pendek listing dari CBP unit menambah nilai bagi pemegang saham," ujar Mastono dalam review hariannya, Selasa (8/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, perusahaan baru ini akan bebas hutang dengan cash Rp246 miliar dan pada timing yang tepat karena industri mie instant yang dominan dan menguntungkan dengan masa depan yang cerah.
Dalam pertemuannya dengan analis di Hong Kong dan Singapura awal September, manajemen INDF mendapat banyak pertanyaan mengenai margin mie instan hingga model bisnis INDF dan geared balance sheet.
"Kesimpulan adalah, investor menyukai model bisnis yang terintegrasi
secara vertical dan setuju bahwa INDF akan diuntungkan oleh recovery dari permintaan konsumen domestik," ungkap Mastono.
Menajeman INDF juga menyatakan akan mempertahankan EBIT margin tidak kurang dari 8% untuk mempertahankan return on investment 16-18%. Margin telah rebound pada 1Q09 setelah harga komoditas melemah sementara kenaikan harga pada Aug09 mempersiapkan kenaikan biaya memasuki FY10 sehingga margin akan meningkat pada 2H09.
Ketika ditanya mengenai strategi harga apakah menggunakan 'cost plus' atau 'purchasing power driven', INDF menjawab akan tergantung pada kompetitor. Contohnya adlaah untuk merek Indomie yang mendapat 95% jawaban respondent untuk mie instant, sehingga menjadi faktor kunci dalam menaikan harga.
"Kami mempertahankan rating OUTPERFORM untuk Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan target harga di Rp 2.900, tanpa mengubah estimasi dan asumsi dari metode SOP kami. Target harga kami tetap pada 10% discount to NAV, atau 20x dan 15x CY09-10 earnings," jelas Mastono.
EBIT margin akan membaik dengan pulihnya daya beli dan menurunnya kompetisi. Penurunan tajam pada EBIT margin, seperti yang terjadi akibat kenaikan harga gandum pada FY08 serta perang harga, kemungkinan tidak akan terjadi. Pada level margin saat ini, mie instant adalah '2 player market' dengan INDF 75-78% dan Wings Group 15-18%.
Pada perdagangan Selasa (8/9/2009) pukul 10.10 waktu JATS, saham INDF tercatat naik tipis Rp 50 menjadi Rp 2.600.
(qom/qom)











































