Ini 8 Saham Syariah yang Baru di Pasar Modal

Ini 8 Saham Syariah yang Baru di Pasar Modal

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 08 Agu 2012 07:58 WIB
Ini 8 Saham Syariah yang Baru di Pasar Modal
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) baru saja menetapkan delapan saham baru yang masuk daftar efek syariah (DES) sesuai keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor:Kep-429/BL/2012.

Selain itu, panduan bagi penyedia indeks syariah seperti PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menerbitkan Jakarta Islamix Index dan Indeks Saham Syariah Indonesia.

Saham-saham yang masuk ketegori adalah hasil kajian internal Bapepam-LK. Dengan adanya daftar baru ini diharapkan sebagai panduan investasi bagi seluruh pihak, misalkan manajer investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah atau investor yang berkeinginan untuk berinvestasi pada portofolio efek syariah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari situs Bapepam-LK, kategori syariah meliputi empat efek dengan jenis saham emiten. Ppenelaahan dalam penyusunan DES juga berasal dari laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2011 yang telah diterima Bapepam-LK dan pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten dan perusahaan publik.

Berikut ini saham-saham yang masuk kategori syariah, Rabu (8/8/2012).

8. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS)

Humpuss salah satu perusahaan Tomy Soeharto ini masuk daftar pertama efek syariah. Saham HITS tercatat berada pada level Rp 230 per lembar atau stagnan dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Saham HITS yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 1,07 triliun ini hingga semester I menghasilkan penjualan Rp 281,04 miliar atau naik tipis dari sebelumnya Rp 268,05 miliar.

HITS diketahui juga masih menderita rugi Rp 37,02 miliar, membaik dari sebelumnya yang minus hingga Rp 60,63 miliar.

7. PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI)

Efek syariah kedua adalah Intikeramik. Saham IKAI kini hanya mampu bertengger di level Rp 143 per lembar. Pergerakan saham tidak banyak berubah, hanya sempat berada paling tinggi Rp 153 per lembar sepanjang satu tahun terakhir.

Kapitalisasi pasar saham ini hanya Rp 113 miliar.Β  Bidang usaha perseroan adalah produsen keramik dan distributor untuk keramik porcelain.

6. PT Inovisi Infracom Tbk (INVS)

Saham Inovisi menjadi daftar efek syariah ketiga yang dilansir Bapepam-LK. Pada penutupan perdagangan terakhir, saham INVS bertengger pada posisi Rp 6.450 per lembar atau meningkat 1,57% dari posisi sebelumnya.

Perseroan bergerak pada bidang usaha pelayanan infrastruktur telekomunikasi. Kapitalisasi pasar INVS kini mencapai Rp 16,57 triliun.

5. PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK)

Dayaindo diketahui menjalankan bisnis operator pertambangan, migas serta energi terbarukan. Selain juga memiliki usaha bidang real estate.

Saham perseroan hanya Rp 50 per lembar namun Bapepam-LK memasukannya dalam DES. Tidak ada pergerakan berarti pada saham KARK. Perseroan kini mencatat market cap Rp 966,22 miliar.

4. PT Rimo Catur Lestari Tbk (RIMO)

Saham RIMO berada pada level sama Rp 50 per lembar, dengan bidang usaha pengelola pusat belanja dengan merek dagang yang sama.

Saham perseroan terus tiarap di level terendah dan kini mengakumulasi kapitalisasi pasar hanya Rp 17 miliar.

3. PT Sierad Produce Tbk (SIPD)

SIPD pun menjadi salah satu saham dengan harga terbawah, Rp 52 per lembar. Saham perseroan relatif tidak banyak diperdagangkan namun kisaran saham Sierad bergerak pada level Rp 50-79 per lembar.

Perseroan menjalankan usaha peternakan ayam serta olahan produk ayam petelur. Kini kapitalisasi pasar Sierad Produce mencapai Rp 488,34 miliar.

2. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)

Sugih Energy mencatat kapitalisasi pasar Rp 2,64 triliun. Saham SUGI kini berada pada level Rp 107 per lembar, relatif stagnan dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Produsen migas ini di semester I-2012 hanya membukukan pendapatan Rp 12,29 miliar. Namun ini meningkat tinggi dari periode sebelumnya yang hanya Rp 1,28 miliar.

Sayangnya perseroan masih menderita rugi Rp 8,72 miliar atau lebih besar dari periode sebelumnya merugi Rp 3,81 miliar.

1. PT Sunson Textile Manufactures Tbk (SSTM).

Saham yang masuk DES terakhir adalah Sunson. Dari nama perusahaannya sudah diketahui bidang usaha textile adalah jagoan SSTM.

Saham SSTM terakhir berada pada posisi Rp 182 per lembar di penutupan perdagangan Senin. Saham ini bergerak dikisaran Rp 126-230 per lembar.Β  Saham perseroan juga mencatat kapitalisasi pasar Rp 213,11 miliar.
Halaman 2 dari 9
(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads