4 Kesalahan Terbesar Investor Saham

4 Kesalahan Terbesar Investor Saham

- detikFinance
Selasa, 15 Jan 2013 09:34 WIB
4 Kesalahan Terbesar Investor Saham
Jakarta -

1. Beli saham bagus di sektor yang sedang terpuruk

Meskipun banyak pedagang yang menjual sahamnya, khususnya jika itu perusahaan besar dengan keuntungan besar dan sedikit hutang. Seringkali, meskipun dengan daya tariknya, saham dengan kualitas baik dapat menjadi buruk di sektor yang terpuruk.

Penjualan menjadi pertimbangan pertama untuk anda yang berada di kondisi terpuruk (battered). Pasalnya perusahaan bagus sekalipun tidak aman dari raungan 'beruang' (bearish).

Membeli dan menjual saham kala itu menjadi lebih mudah dan relatif murah. Apalagi untuk investor jangka panjang, sangat diperlukan langkah penjualan jangka pendek. Ingat aturan pertama Buffet: Jangan kehilangan uang.

2. Terlalu melibatkan emosi dalam bertransaksi

Ikatan emosional ini tak lebih dari hakikat manusia dan kebenaran. Lantas apakah anda ingin benar atau kaya?

Keterkaitan ini akan berakhir dengan kerugian. Pasalnya, kebaikan investor cenderung menjadi korban perangkap ini karena terlalu banyak langkah mencari saham yang benar.

Misalnya, dengan bacaan buku saham setebal doorstoppers, penyusunan saham yang cemerlang, dan terlalu hati-hati dengan kriteria pemilih saham. Akibatnya, ruang investor akan semakin sempit untuk memilih.

Jika saham ini dibiarkan menjadi kebanggan atau sukacita, kerugian serius sulit untuk dihindari.

Dalam buku Jim Cramer, "Real Money: Sane Investing in an Insane World"Β  (2005), ia mengatakan bahwa investor harus mencintai saham ketika itu menghasilkan uang, jika tidak, maka jual saja.

3. Tidak mengambil keuntungan ketika ada kesempatan

Ketika saham naik cepat dan itu di luar kendali, inilah saat yang tepat untuk menjual sepertiga bahkan setengah dari yang kita miliki. Dengan begini, Anda bisa mendapat sedikit keuntungan tanpa harus kehilangan seluruh portofolio saham Anda.

4. Beli saham dan tahan... tahan... tahan...

Rahasia nyata untuk tahu kapan harus menjual saham adalah dengan membaca, membaca dan membaca lagi. Meski sibuk, sisakan waktu untuk mengetahui apa yang terjadi di pasar, ekonomi dan saham khususnya.

Membaca itu seperti asuransi, semakin banyak tahu, semakin banyak dilindungi. Jika ada strategi yang dimiliki, tetaplah di sana. Meski hanya satu informasi sederhana, itu bisa memberikan kekuatan untuk mengambil tindakan, mendapatkan keuntungan atau mencegah kerugian.
Halaman 2 dari 5
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads