1. Beli saham bagus di sektor yang sedang terpuruk
|
|
Penjualan menjadi pertimbangan pertama untuk anda yang berada di kondisi terpuruk (battered). Pasalnya perusahaan bagus sekalipun tidak aman dari raungan 'beruang' (bearish).
Membeli dan menjual saham kala itu menjadi lebih mudah dan relatif murah. Apalagi untuk investor jangka panjang, sangat diperlukan langkah penjualan jangka pendek. Ingat aturan pertama Buffet: Jangan kehilangan uang.
2. Terlalu melibatkan emosi dalam bertransaksi
|
|
Keterkaitan ini akan berakhir dengan kerugian. Pasalnya, kebaikan investor cenderung menjadi korban perangkap ini karena terlalu banyak langkah mencari saham yang benar.
Misalnya, dengan bacaan buku saham setebal doorstoppers, penyusunan saham yang cemerlang, dan terlalu hati-hati dengan kriteria pemilih saham. Akibatnya, ruang investor akan semakin sempit untuk memilih.
Jika saham ini dibiarkan menjadi kebanggan atau sukacita, kerugian serius sulit untuk dihindari.
Dalam buku Jim Cramer, "Real Money: Sane Investing in an Insane World"Β (2005), ia mengatakan bahwa investor harus mencintai saham ketika itu menghasilkan uang, jika tidak, maka jual saja.
3. Tidak mengambil keuntungan ketika ada kesempatan
|
|
4. Beli saham dan tahan... tahan... tahan...
|
|
Membaca itu seperti asuransi, semakin banyak tahu, semakin banyak dilindungi. Jika ada strategi yang dimiliki, tetaplah di sana. Meski hanya satu informasi sederhana, itu bisa memberikan kekuatan untuk mengambil tindakan, mendapatkan keuntungan atau mencegah kerugian.
Halaman 2 dari 5











































