4 Kesalahan Terbesar Investor Saham

4 Kesalahan Terbesar Investor Saham

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 15 Jan 2013 09:38 WIB
4 Kesalahan Terbesar Investor Saham
Jakarta - Hal tersulit dalam transaksi saham ternyata cuma satu, yaitu kapan saham tersebut harus terjual. Baik itu investor jangka panjang atau jangka pendek, ingatlah selalu prinsip Warren buffet di dalam pikiran. Pertama, jangan kehilangan uang dan kedua, jangan lupakan poin pertama.

Tidak ada ilmu pasti untuk mengetahui kapan harus menjual, hanya indikator yang dapat dijadikan petunjuk. belajar dari kesalahan orang lain adalah strategi penting guna menghindari kesalahan yang sama.

Jika ada perusahaan solid yang memiliki harga saham menurun spiral, carilah petunjuk, berita atau kabar terbaru. Contohnya, mengapa hal itu terjadi dan cari mencari tahu apa yang akan terjadi dalam sektor tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ingatlah untuk tetap jernih ketika bertransaksi saham dan tidak ada campur tangan perasaan atau emosional diri. Selain itu, bacalah buku tentang orang-orang yang sukses sebagai trader dan investasi, terutama soal kekayaan, pengetahuan dan pengalaman.

Banyak faktor yang mempengaruhi pasar keuangan. Siaplkan diri untuk terjun langsung sehingga Anda bisa meneliti investasi pola sendiri, maka siaplah untuk mendapatkan keuntungan dan mencegah kerugian.

Berikut ini adalah kesalahan mendasar investor saham yang seharusnya Anda hindari, seperti dikutip dari Investopedia, Selasa (15/1/2013).

1. Beli saham bagus di sektor yang sedang terpuruk

Meskipun banyak pedagang yang menjual sahamnya, khususnya jika itu perusahaan besar dengan keuntungan besar dan sedikit hutang. Seringkali, meskipun dengan daya tariknya, saham dengan kualitas baik dapat menjadi buruk di sektor yang terpuruk.

Penjualan menjadi pertimbangan pertama untuk anda yang berada di kondisi terpuruk (battered). Pasalnya perusahaan bagus sekalipun tidak aman dari raungan 'beruang' (bearish).

Membeli dan menjual saham kala itu menjadi lebih mudah dan relatif murah. Apalagi untuk investor jangka panjang, sangat diperlukan langkah penjualan jangka pendek. Ingat aturan pertama Buffet: Jangan kehilangan uang.

2. Terlalu melibatkan emosi dalam bertransaksi

Ikatan emosional ini tak lebih dari hakikat manusia dan kebenaran. Lantas apakah anda ingin benar atau kaya?

Keterkaitan ini akan berakhir dengan kerugian. Pasalnya, kebaikan investor cenderung menjadi korban perangkap ini karena terlalu banyak langkah mencari saham yang benar.

Misalnya, dengan bacaan buku saham setebal doorstoppers, penyusunan saham yang cemerlang, dan terlalu hati-hati dengan kriteria pemilih saham. Akibatnya, ruang investor akan semakin sempit untuk memilih.

Jika saham ini dibiarkan menjadi kebanggan atau sukacita, kerugian serius sulit untuk dihindari.

Dalam buku Jim Cramer, "Real Money: Sane Investing in an Insane World"Β  (2005), ia mengatakan bahwa investor harus mencintai saham ketika itu menghasilkan uang, jika tidak, maka jual saja.

3. Tidak mengambil keuntungan ketika ada kesempatan

Ketika saham naik cepat dan itu di luar kendali, inilah saat yang tepat untuk menjual sepertiga bahkan setengah dari yang kita miliki. Dengan begini, Anda bisa mendapat sedikit keuntungan tanpa harus kehilangan seluruh portofolio saham Anda.

4. Beli saham dan tahan... tahan... tahan...

Rahasia nyata untuk tahu kapan harus menjual saham adalah dengan membaca, membaca dan membaca lagi. Meski sibuk, sisakan waktu untuk mengetahui apa yang terjadi di pasar, ekonomi dan saham khususnya.

Membaca itu seperti asuransi, semakin banyak tahu, semakin banyak dilindungi. Jika ada strategi yang dimiliki, tetaplah di sana. Meski hanya satu informasi sederhana, itu bisa memberikan kekuatan untuk mengambil tindakan, mendapatkan keuntungan atau mencegah kerugian.
Halaman 2 dari 5
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads