Apa Kata Grafik tentang Penurunan Peringkat oleh S&P?

Apa Kata Grafik tentang Penurunan Peringkat oleh S&P?

Ellen May - detikFinance
Rabu, 08 Mei 2013 07:48 WIB
Apa Kata Grafik tentang Penurunan Peringkat oleh S&P?
Jakarta - Setelah S&P menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari positif menjadi stabil gara-gara pemerintah menunda kenaikan harga BBM subsidi, kini giliran lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service yang berencana menurunkan prospek (outlook) peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif dan memberi peringatan pada pemerintah untuk tidak lagi menunda pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara terus-menerus.

Menurut Analis Senior Moody’s Investors Service Singapore Christian de Guzman dengan Baa3 stabil, diprediksi GDP Indonesia pada 2013 hanya tumbuh 6%, lebih rendah jika dibandingkan tahun 2013 yaitu 6,2%. Hal ini dipicu oleh besarnya konsumsi bahan bakar dan ketidakmampuan pemerintah untuk mempengaruhi subsidi dan mengakibatkan outlook bisa berubah menjadi negatif.

Pada saat yang sama, beberapa indikator analisis teknikal untuk jangka menengah menunjukkan tanda waspada akan adanya pelemahan tren naik pada saham dan juga tanda awal pembalikan arah. Seperti nampak pada grafik di bawah ini, ketika IHSG bergerak dalam tren naik, pada bulan Maret hingga saat ini, nampak adanya divergensi (perbedaan arah) antara grafik IHSG dengan indikator RSI, MACD, dan Value (total nilai perdagangan bursa).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang saya ulas dalam twitter saya @pakarsaham, kenaikan indeks yang terus menerus namun tidak dibarengi menguatnya indikator-indikator tersebut menunjukkan tanda awal bagi para investor saham untuk lebih waspada dan membatasi posisi. Meski dalam jangka pendek bisa terjadi teknikal rebound, namun dalam jangka menengah 1-2 bulan ke depan investor harus waspada.

Apakah semua itu merupakan kebetulan? Grafik bisa memberi sejuta arti dan merefleksikan berbagai hal yang sedang terjadi pada pasar, berbagai sentimen positif dan megatif, antusiasme pasar, termasuk juga penurunan outlook yang dilakukan oleh S&P dan peringatan dari Moody’s ini. Price discounts everything. Harga merefleksikan semua yang terjadi pada pasar.

Analisis teknikal/studi grafik juga membantu kita untuk mengambil keputusan beli dan jual pada timing yang lebih tepat sehingga kita dapat memaksimalkan keuntungan dan mengurangi risiko yang muncul dalam berinvestasi saham. Analisis teknikal ibarat peta bagi para trader dan investor saham di tengah hiruk pikuk berita, rumor, dan opini-opini tentang pasar yang seringkali membuat pelaku pasar semakin bingung.

Dengan melihat kondisi grafik seperti ini, sebaiknya mulai waspada dalam 1 sampai 2 bulan ke depan. Dalam jangka pendek, fluktuasi akan tetap terjadi. Jika Anda trader jangka pendek boleh melakukan trading dengan disiplin ketat dan didahului analisis teknikal yang matang.

Dengan kondisi IHSG di atap dan tanda pembalikan arah, saat ini tidak disarankan untuk melakukan aksi buy and hold. Batasi posisi dan lindungi keuntungan yang telah Anda raih selama 4-5 bulan ini.

Salam profit!

*) Ellen May. Trader, investor saham, pendiri Ellen May Institute, penulis Smart Traders Not Gamblers, @pakarsaham.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads