Ini Dia Tips Berinvestasi Reksa Dana Bagi Pemula

Ini Dia Tips Berinvestasi Reksa Dana Bagi Pemula

- detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 08:02 WIB
Ini Dia Tips Berinvestasi Reksa Dana Bagi Pemula
Jakarta - Reksa dana? Sering dengar, tapi apakah Anda memahami pengertiannya? Ya, belakangan ini reksa dana banyak dibahas, terutama di kalangan eksekutif muda yang mencari alternatif 'mengembangkan' modalnya selain lewat tabungan atau logam mulia.

Sebelum diskusi lebih lanjut tentang reksa dana, serta kelebihan dan kekurangannya, yuk kenalan dengan reksa dana seperti dikutip dari situs MyWealth milik Citigroup, Senin (9/9/2013).

Apa itu reksa dana?

Berdasarkan UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat 27, reksa dana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh Manajer Investasi yang telah mendapat ijin dari Bapepam atau sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Reks adana sebenarnya terdiri dari 2 kelompok, yaitu reksa dana terstruktur dan reksa dana konvensional. Namun, yang banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia adalah reksa dana konvensional.

Macam-macam reksa dana

Reksa dana konvensional dan reksa dana terstruktur terdiri dari banyak macam. Mari kita bahas macam-macam reksa dana konvensional yang banyak dikenal masyarakat. Perbedaan ini berasal dari komposisi portfolio investasi, jangka waktu dan tingkat resiko dari investasi.

  • Reksa dana Pasar Uang – biasa menginvestasikan dananya di produk-produk pasar uang yang beresiko rendah, antara lain deposito dan surat utang jangka pendek. Reksa dana ini cocok digunakan untuk tujuan jangka pendek kurang dari 1 tahun.
  • Reksa dana Pendapatan Tetap – biasa menginvestasikan pada produk-produk yang memiliki return cukup stabil seperti obligasi. Reksa dana jenis ini cocok untuk tujuan jangka menengah (1-3 tahun) karena resiko yang relatif rendah dan pendapatan yang stabil.
  • Reksa dana Saham – biasa menginvestasikan minimal 80% dananya pada efek bersifat ekuitas atau saham. Reksa dana ini memiliki tingkat resiko yang paling tinggi, namun juga memiliki tingkat return yang tinggi. Karena itu, reksa dana ini paling cocok untuk tujuan jangka panjang (> 5 tahun).
  • Reksa dana Campuran – biasa menginvestasikan dananya pada efek yang yang bersifat ekuitas (saham) dan efek yang bersifat utang (obligasi). Karena itu, reksa dana ini lebih cocok digunakan untuk tujuan jangka menengah-panjang, antara 3-5 tahun.

Apa saja keuntungan berinvestasi di reksa dana?

  • Likuiditas tinggi. Artinya, reksadana dapat dicairkan kapan saja, dan harganya akan mengikuti NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang berlaku. Pencairan ini dilakukan melalui proses penjualan kembali (redemption) atas unit penyertaan reksa dana tersebut.
  • Banyak pilihan sesuai dengan profil resiko dan jangka waktu tujuan investasi. Karena tiap jenis reksadana memiliki perbedaan komposisi portfolio investasi, jangka waktu dan resiko investasi, Anda bisa memilih reksadana yang benar-benar sesuai dengan jangka waktu tujuan investasi Anda dan profil resiko Anda. Anda juga bisa memisahkan reksadana untuk tujuan investasi yang berbeda-beda.
  • Dapat dibeli dengan modal relatif sedikit. Untuk membeli reksa dana, Anda tidak perlu menyediakan modal yang besar. Saat ini banyak institusi keuangan yang menawarkan reksa dana hanya dengan Rp 100.000 atau Rp 200.000. Selain itu, ditawarkan juga metode top up atau installment, yang memungkinkan Anda menyetorkan sejumlah uang tertentu setiap bulannya untuk menambahkan nilai investasi.
  • Diversifikasi. Dengan reksa dana, investasi Anda didiversifikasi untuk mengurangi resiko kerugian. Misalnya, instrumen investasi di sektor kehutanan dan di sektor telekomunikasi. Karena industri dan bisnisnya berbeda, maka jika terjadi kerugian di salah satu instrumen investasi, yang lainnya tidak mengalami kerugian yang sama.

Bagaimana dengan kerugian atau kelemahannya?

  • Tingkat return fluktuatif. Berbeda dengan deposito yang memiliki tingkat return yang sama, tingkat return reksa dana tidak dapat dijamin, karena kondisinya mengikuti dengan kondisi pasar uang dan pasar modal secara nasional dan global.
  • Biaya. Pada dasarnya, reksa dana dikeluarkan oleh perusahaan yang juga bertujuan mencari keuntungan. Karena itu, jika Anda mencermati prospektus reksa dana, Anda akan menyadari bahwa ada cukup banyak biaya-biaya yang harus Anda keluarkan, terlepas dari bagaimana performance reksa dana Anda.
  • Resiko umum pasar modal. Sebagaimana diungkapkan di atas, kondisi instrumen investasi Anda melalui reksa dana akan dipengaruhi oleh kondisi pasar modal pada umumnya. Dengan demikian, apabila ada perubahan kondisi pasar, reksa dana juga akan rentan terpengaruh.


Demikian perkenalan singkat dengan reksa dana. Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda merasa tertarik untuk berinvestasi dengan reksa dana?

Halaman 2 dari 5
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads