1. Tentukan pola pengaturan keuangan dalam rumah tangga.
Anda dan pasangan harus sepakat seperti apa bentuk pengaturannya. Secara umum, yang paling mudah adalah mengatur penghasilan dan pengeluaran tergabung. Alternatif lain, masing-masing tentukan akan berkontribusi berapa ke dalam rumah tangga, dan sisanya bisa digunakan untuk pos pengeluaran pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Membuat rencana pengeluaran yang baru.
Gaji bulanan boleh lho dihabiskan! Asalkan semua pos pengeluaran mendapatkan porsi yang seimbang. Berikut contoh untuk penghasilan gabungan sebesar Rp 10 juta setiap bulan.
Jumlah Pendapatan Rp 10.000.000
- Gaji Anda Rp 5.000.000
- Gaji Pasangan Rp 5.000.000
Jumlah Pengeluaran Rp 10.000.000
- Tabungan & Investasi Rp 1.000.000
- Rutin bulanan Rp 4.000.000
- Transportasi Rp 1.000.000
- Pembayaran Cicilan utang Rp 3.000.000
- Gaya Hidup Rp 1.000.000 Β
KAPASITAS ARUS KAS BEBAS 0
3. Mempersiapkan dana darurat
Sebagai pasangan muda, memiliki dana darurat menjadi semakin penting. Pastikan, Anda mulai mengumpulkan dana darurat di tabungan terpisah dengan target minimal mencapai 3 kali pengeluaran rutin bulanan.
4. Membuka rekening investasi untuk dana pensiun
Saya sarankan Anda untuk membeli reksadana saham sebanyak Rp 500 ribu setiap bulan untuk keperluan dana pensiun.
5. Evaluasi kebutuhan proteksi
Saat sudah menikah, pastikan pasangan yang bergantung hidupnya kepada Anda mendapatkan perlindungan dalam bentuk asuransi jiwa.
(drk/hen)










































