Berikut tips agar masalah keuangan tidak menjadi bom waktu di dalam keluarga seperti dipaparkan Perencana Keuangan ZAP Finance Jayadin R Binaardi yang dikutip detikFinance dari situs resminya, Minggu (28/9/2014).
Keterbukaan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mempunyai Tujuan dan Perencanan Bersama
Diskusikan secara berkala setidaknya setiap tiga atau enam bulan sekali tentang tujuan-tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam keluarga, baik untuk jangka pendek (kurang dari satu tahun) maupun jangka panjang (lebih dari satu tahun). Urutkan tujuan-tujuan keuangan tersebut sesuai prioritas, mulai dari penting dan darurat hingga tidak penting dan tidak darurat.
Setelah membuat tujuan, langkah selanjutnya adalah membuat perencanaan keuangan keluarga. Dimulai dengan mengecek nilai bersih kekayaan, arus kas dan melunasi segera mungkin utang kartu kredit dan utang konsumtif. Setelah itu baru kita akan bicara bagaimana cara merealisasikan tujuan-tujuan keuangan yang telah disusun sebelumnya.
Membuat Anggaran Bersama
Setelah membuat tujuan dan perencanaan, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran baru secara bersama-sama dengan memasukan aksi perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Anggaran ini akan menjadi petujuk teknis pemasukan dan pengeluaran tiap bulannya.
Dengan menyusun tujuan, perencanaan serta anggaran bersama akan membuat emosional keuangan keluarga meningkat, sehingga akan saling menjaga dan saling mengingatkan antar pasangan agar sesuai jalur perencanaan.
Evaluasi Bersama dan Konsultasikan
Lakukan evaluasi secara berkala, hal ini dimaksudkan jika tak sesuai dengan rencana dan anggaran maka segera lakukan koreksi dan dicarikan solusinya terbaik. Dan jika dirasakan tidak dapat mengelola keuangan keluarga sendiri maka kita dapat minta bantuan kepada ahli perencana keuangan independen yang terpercaya.
(drk/hen)











































