Menangkap Peluang Investasi di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Menangkap Peluang Investasi di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2014 12:55 WIB
Menangkap Peluang Investasi di Tengah Hiruk-Pikuk Politik
Jakarta - Apa saja sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG akhir-akhir ini? Beberapa hal yang menjadi sentimen negatif dan indecission bagi pasar antara lain tentang kenaikan harga BBM dan hiruk pikuk politik.

Saat ini pasar menunggu perkembangan politik perihal perebutan ketua MPR. Data cadangan devisa akhir September 2014 stabil di US$ 111,2 milliar. BI Rate diperkirakan stabil di level 7,5%. Sekitar bulan Juli arus dana asing mulai flat dan Agustus - September investor asing mencatatkan nett sell.

Lalu apa yang harus dilakukan saat ini ? Bagaimana kondisi IHSG short, mid, long term ? Dan apa yang harus dilakukan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semua sentimen tersebut dapat dilihat secara grafis/teknikal sejak bulan September, dengan terbentuknya pola Double Tops. Setelah turun sekitar 3,7 %, IHSG potensi memantul, pantulan ini (teknikal rebound) bersifat sementara saja. Lalu apa yang harus dilakukan?

Manfaatkan pantulan/teknikal rebound ini untuk membatasi posisi alias keluar, bagi yang kemarin-kemarin belum sempat keluar dan nyangkut. IHSG saat ini berada dalam range 4.850-5.100.

Sedangkan untuk long term yang berarti rentang waktu 1 tahun lebih, IHSG potensi menuju 6000. Jadi apa yg harus dilakukan?

Ingat, sekali lagi, naik dan turun dalam pasar saham itu wajar. Namun seringkali pelaku pasar sangat takut pada momen turun tersebut.

Padahal momen turun itu sangat bisa dimanfaatkan. Lakukan value investing jika terjadi koreksi lebih dalam dengan memilih saham-saham yang terdiskon secara nilai. Beberapa saham yang bisa diincar untuk mid sampai dengan long term investment saat ada koreksi dalam adalah dari sektor infrastruktur, consumer good, dan health care.

Beberapa saham berfundamental cukup bagus yan bisa diincar untuk value investing seperti ADHI, BBRI, UNVR, KLBF, INTP, SMGR, PTPP, GGRM. Untuk value investing sebaiknya cek value dari saham-saham tersebut dengan memperhatikan nilai PE Ratio dan PBV. Sembari menunggu momen tersebut, siapkan cash. Cash is the king.

Bagaimana dengan trader? Jangan menangkap pisau jatuh, bagi yang ingin buy on weakness, tunggu reversal sign.

Reversal sign artinya adalah tanda pembalikan arah, tanda pembalikan arah naik. Misalnya terbentuknya pola W atau double bottoms pada grafik, untuk trading jangka menengah. Sedangkan untuk rentang waktu yang lebih kecil lagi, pembalikan arah dapat dilihat dari pola candle, terbentuknya banyak candle reversal.

Never test the depth of river with both feet. Selalu batasi risiko, terutama bagi trader, dengan mengatur position sizing. Untuk trader, sebenarnya tidak disarankan untuk trading pada saat downtrend, batasi posisi dan trading cepat saja, minimalkan resiko.

Pada masa-masa downtrend seperti ini, masih ada satu atau dua saham (biasanya berkapitalisasi kecil) yang anomali, malah uptrend. Perlu diingat, trading saham yang anomali, saham kapitalisasi kecil ini high rewards, juga higher risk, harus lebih jeli. Apa saja misalnya?

Beberapa saham yang uptrend meski yang lain sedang downtrend MLPL, COWL, LCGP, TMAS, dll.

Mau cepat untung? Jangan sampai keuntungan yang didapat juga cepat tergerus. Mau trading saham-saham high reward seperti itu, pasang sabuk pengaman dulu.

Risk comes from not knowing what you are doing. The only one way minimizing risk is to LEARN, and know well what you are doing. Salam profit!

*) Ellen May, Penulis buku Best Selling Smart Traders Not Gamblers, praktisi pasar modal, @pakarsaham

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads