Follow detikFinance
Kamis 24 Mar 2016, 16:52 WIB

Ingin Mulai Investasi Obligasi? Ini Tipsnya

Dina Rayanti - detikFinance
Ingin Mulai Investasi Obligasi? Ini Tipsnya Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Surat utang atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan obligasi merupakan salah satu instrumen investasi yang juga diperdagangkan di pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI).

Produk obligasi merupakan salah satu investasi yang bisa memberikan keuntungan besar dengan tingkat risiko minimum.

Berikut adalah tips-tips untuk memilih investasi obligasi. Pertama, kita harus mengetahui tujuan investasi kita, untuk jangka pendek atau jangka panjang.

"Yang pertama tentunya tujuan investasinya, tujuan investasi jangka pendek atau jangka panjang, kalau jangka pendek tentunya pilih tenor-tenor yang pendek, kalau yang investasi jangka panjang, pilih tenor-tenor yang jangka panjang," ujar Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency, IBPA), Wahyu Trenggono, dalam Acara Edukasi Wartawan Pasar Modal Indonesia, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Yang kedua pilih obligasi yang likuid karena kita dapat menjualnya pada saat kita membutuhkan uang.

"Kemudian dilihat dari sisi likuiditas, karena apa kita investasi, mungkin kan kita bisa menguangkan investasi kita kapan aja, tapi kalau anda beli obligasi-obligasi yang tidak likuid belum tentu anda bisa menjual obligasi anda pada saat anda butuh uang, jadi pilih obligasi yang cukup likuid," lanjut Wahyu.

Yang ketiga melihat kemampuan emiten, kalau obligasi korporasi yang dapt dilihat dari rating.

"Kemudian dilihat dari sisi emitennya juga, kalau SUN (Surat Utang Negara) nggak ada masalah, kalau dari korporasi tentu dilihat dari kemampuan emiten membayarnya, yaitu bisa dilihat dari rating, semakin tinggi rating semakin aman, semakin rendah rating semakin berisiko. Tapi semakin tinggi rating yang perlu diperhatikan adalah yieldnya makin rendah, returnnya makin rendah," kata Wahyu.

Kemudian yang keempat adalah perlunya memperhatikan karakteristik obligasi, karena ada obligasi yang cocok dibeli pada saat pasar sedang mengalami tren naik (bullish), ada juga yang cocok dibeli pada saat pasar mengalami tren penurunan (bearish).

"Yang terakhir adalah perhatikan bahwa masing-masing obligasi itu punya karakteristik yang berbeda, ada obligasi-obligasi yang cocok dibeli pada saat pasar sedang bullish, ada obligasi-obligasi yang tidak cocok, tapi ada obligasi-obligasi cocok pada saat market sedang bearish dan ada juga yang tidak cocok bisa dilihat dari indikator-indikator terkait seri tersebut. Setelah itu semua dilakukan anda tinggal pilih mana investasi obligasi yang cocok untuk anda," tuturnya. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed