Follow detikFinance
Senin, 05 Mar 2018 06:56 WIB

Yuk Nabung Saham Vs Yuk Investasi Reksa Dana

Barkah - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi Pasar Saham. Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi Pasar Saham. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Saat ini lagi sedang tren slogan yuk nabung saham terutama di iklan sekuritas. Namun banyak pula ajakan untuk investasi di reksa dana dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Nah untuk bagi pemula, mana sih bagus untuk investasi, di instrumen saham atau reksa dana?

Sebelum penulis memberikan opini mari kita kenali terlebih dahulu apa perbedaan itu investasi di instrumen saham dan reksa dana kemudian kita tentukan "pemenang" di antara keduanya.

Secara modal awal yang diperlukan, saham dan reksa dana saat ini tidak perlu merogoh kocek dalam. Kurang dari satu juta rupiah saja anda dapat invetasi di instrumen saham dan reksa dana. Beda dengan beberapa tahun yang lalu yang perlu modal jutaan rupiah apabila ingin investasi di instrumen saham. Untuk dari sisi modal awal, saham dan reksa dana draw.

Nah itu tadi dari sisi modal. Bagaimana dengan tingkat keuntungan. Ini pasti jadi salah satu poin penting karena yang namanya investasi kita ingin untung besar dong. Jadi begini, tidak ada yang menjamin investasi di saham atau reksa dana akan dapat keuntungan pastinya berapa persen.

Pada instrumen reksa dana masih terbagi jenisnya. Ada reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana terproteksi, reksa dana ETF, dan reksa dana pendapatan uang.

Setiap jenis reksa dana mempunyai potensi keuntungan yang berbeda, semakain tinggi reksikonya, semakain tinggi pula potensi keuntungannya. reksa dana yang cukup agresif dan menghasilkan potensi keuntungan tertinggi adalah reksa dana saham, sedangkan yang paling rendah namun aman adalah reksa dana pasar uang.

Bagaimana dengan keuntungan instrumen saham? Kalau investasi di instrumen saham tergantung anda sendiri dalam mengelola portofolio anda. Bisa jauh lebih tinggi dari reksa dana bisa juga jauh lebih rendah dari reksa dana. Jadi dari sisi potensi keuntungan, saham dan reksa dana draw.

Faktor selanjutnya adalah komisi. Komisi di sini adalah segala biaya dari instrumen saham dan reksa dana. Semakin kecil komisinya maka semakin baik. Untuk komisi jual dan beli saham secara umum lebih rendah dari pada reksa dana.

Selain itu di instrumen reksa dana ada komisi bank kustodian dan komisi manajemen investasi yang otomatis dipotong dari nilai aktiva bersih reksa dana. Berbeda dengan instrumen reksa dana yang tidak ada biaya lainnya. Jadi dari sisi potongan komisi, saham menang dari reksa dana.

Faktor yang tidak kalah pentingnya dalam investasi adalah risiko. Semakin kecil risikonya semakin baik. Instrumen reksa dana dikelola oleh perusahaan manajer investasi sehingga sudah otomatis risikonya dikelola oleh para ahli yang mengelola reksa dana.

Berbeda dengan instrumen saham yang anda sendri yang mengelola portofolionya sehingga risiko yang dialami sangat bervariasi. Anda perlu mengatur portofolio sedemikan rupa sehingga risiko yang anda tanggung lebih rendah dari pada reksa dana.

Berbeda dengan reksa dana yang sudah otomatis sudah diversifikasi oleh manajer investasi. Jadi secara umum risiko di reksa dana lebih rendah dari pada di saham. Jelas untuk faktor pengelolaan risiko, reksa dana menang dibanding saham.

Kemudahan dalam perencanaan keuangan. Nah ini penting untuk masyarakat umum. Buat anda yang ingin peraktis dalam menentukan tujuan rencana keuangan, maka reksa dana cocok untuk anda. Karena anda dapat otomatis mengajukan potongan otomatis dari uang gaji anda untuk diinvestasikan di reksa dana, sehingga anda tidak usah repot-repot melakukan transaksi pembelian setiap bulannya.

Berbeda dengan saham yang anda sendiri harus mengeksekusinya sendiri menentukan harganya berapa dan jumlah pembeliannya berapa. Selain itu investasi di reksa dana memudahkan dalam menentukan tujuan investasi anda apakah jangka pendek, menengah dan panjang, serta dipilah apakah berani ambil risiko tinggi atau tidak berani ambil risiko tinggi.

Berbeda dengan instrumen saham yang cocok untuk anda yang berani mengambil risiko tinggi dan berorientasi jangka panjang. Utuk kemudahan dalam perencana keuangan, reksa dana menang dibanding saham.

Kemudahan menganalisis. Kalau ingin investasi pada saham dan reksa dana jelas banyak sekali saham saham yang diperjualbelikan dan produk reksa dana yang ditawarkan. Buat anda yang tidak tahu saham apa yang bagus untuk diinvestasikan, lebih baik hindari untuk investasi di instrumen saham karena bisa jadi anda malah mengalami kerugian yang cukup besar.

Berbeda dengan reksa dana yang sudah dipilah sesuai dengan tingkat risikonya. Tinggal memilih MI dan produk apa yang baik untuk diinvestasikan dari performa sebelumnya walaupun performa sebelumnya tidak menjamin promorma di masa mendatang. Selain itu banyak training yang membahas bagaimana memilih reksa dana yang bagus cukup satu hari saja. Untuk kemudahan menganalisis, reksa dana menang dibanding saham.

Selain faktor di atas ada beberapa kelebihan investasi saham dibandingkan reksa dana yakni anda dapat memperoleh dividen apabila dibagikan oleh perusahaan dan anda juga dapat ikut dalam rapat umum pemegang saham meskipun anda hanya memiliki saham 1 lot saja.

Untungnya apa bisa ikut rapat umum pemegang saham? Selain bisa mendapatkan informasi perusahaan terkini dan dapat makan makan gratis yang diberikan perusahaan (cocok nih buat mahasiswa yang ingin cari makan gratisan), anda juga dapat mendapat menjalin koneksi dengan para peserta rapat umum pemegang saham yang lain.


Yuk belajar investasi yang benar. Ke mana? Ada di workshop yang dilaksanakan oleh tim AAM & Associates https://ow.ly/pxId30gC3BB maupun IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy.

Info workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana bulan depan 2018 buka di sini http://bit.ly/WRD0218. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini http://bit.ly/PMM0218.

Untuk di Bali atau anda ingin belajar sambil liburan bisa ikutan dibulan February workshop mengelola keuangan, info http://bit.ly/PMDPS02, Dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan Reksa Dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02 lumayan bisa jalan-jalan liburan sambil belajar lho. Ada juga yang di Jogja, info bisa buka di sini http://bit.ly/PMJGS18 dan di sini http://bit.ly/RDJGS18.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Intermediate Financial Planning info lihat di sini http://bit.ly/IMD0318.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini t.me/seputarkeuangan.

Jadi kesimpulannya bagaimana? Lebih baik reksa dana atau saham? Untuk anda yang ingin simpel, tidak ingin pusing dalam risiko, serta ingin lebih mudah dalam merencanakan keuangan, maka pilihan yang tepat adalah berinvestasi di reksa dana.

Namun apabila anda mampu menganalisis saham serta ingin dapat potensi keuntungan yang lebih tinggi lagi, maka pilihan yang tepat adalah investasi di saham. Selamat berinvestasi.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed