Follow detikFinance
Rabu, 17 Okt 2018 11:44 WIB

'Bikin Duit' dari Rumah

Ellen May - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sudah tidak diragukan lagi kalau sekarang bisa make money dari rumah, tanpa harus berangkat pagi-pagi ke kantor dan pulang petang bermace-macetan di jalan dan tetap bisa menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta di rumah, traveling bersama teman-teman adalah impian setiap orang.

Namun sangat disayangkan hanya sebagian orang saja yang bisa seperti itu. Lalu sebagian besar lainnya masih terjebak dalam pekerjaan yang melelahkan dan membosankan bagi mereka.

Jadi bagaimana caranya supaya bisa make money dengan konsisten yang bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dengan cara yang praktis? Yaitu dengan cara trading for a living.

Apa itu trading for living dan bagaimana caranya? Yuk baca sampa habis.

Apa Itu Trading For Living?

Berbicara trading saham, mindset seperti seorang pedagang yang membeli dan menjual barang dagangannya dalam jangka waktu yang pendek. Fokusnya adalah mencari Capital Gain/ selisih harga jual dengan harga beli saham. Jangka waktunya pun dalam beberapa hari hingga bulanan. Adapun trading for living adalah aktivitas jual dan beli saham untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari dari keuntungan beli dan jual saham tersebut.

Kenapa sih harus trading saham? Karena selain dapat memberikan keuntungan dari hasil jual dan beli saham, trading saham memiliki banyak sekali kemudahan, salah satu diantaranya adalah dapat dilakukan di mana saja sehingga Anda bisa melakukan trading saham Anda dimanapun Anda mau, selama ada internet tentunya. Selain itu juga trading saham tidak harus memiliki modal yang besar,
Anda bisa sesuaikan modal Anda sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagaimana Cara Trading For Living?

1. Kenali Kebutuhan Anda
Yang namanya Trading For Living berarti trading untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menarik ya?

Oleh karena itu sebelum bertindak lebih jauh, trader harus menghitung biaya hidup setiap bulan. Trader yang belum menikah atau hanya menghidupi dirinya sendiri membutuhkan sedikit biaya hidup. Selain biaya hidup, trader yang sudah berkeluarga tentunya harus memikirkan berbagai macam biaya darurat.

Selain itu, trader juga harus menghitung berapa sisa penghasilan setelah dipotong biaya hidup untuk diinvestasikan ulang. Jika berkisar Rp5.000.000 maka Anda harus memperoleh penghasilan lebih dari Rp 5 juta. Kelebihannya untuk diinvestasikan sisanya, atau untuk biaya darurat. Jika memungkinkan sisihkan di awal untuk investasi Biaya per bulan yang harus diraih menjadi target bagi orang yang ingin melakukan Trading For Living.

2. Kenali Skill Anda
Tentu untuk bisa menerapkan trading for living, Anda harus memiliki skill yang mumpuni. Bukan hanya dalam melakukan analisa, tapi juga penguasaan mental, emosi dan juga management modal
Anda.

Setelah menghitung biaya per bulan, hal kedua yang harus diperhatikan adalah : cek kemampuan trading atau skill Anda. Sebelum mulai Trading For Living sebaiknya cek dulu kemampuan trading
Anda beberapa bulan terakhir.

Berapa % rata-rata profit yang sanggup Anda hasilkan dalam setiap bulannya? Pada umumnya trader pemula yang sudah bisa menghasilkan rata-rata 2 s.d. 5% per bulan, sudah bagus. Trader yang belum bisa profit konsisten sebaiknya jgn terlalu cepat memutuskan Trading For Living.

3. Hitung Modal Anda
Faktor penting ketiga yang harus diperhatikan sebelum Trading For Living adalah : cek modal yang Anda miliki. Jika Anda sudah tahu sasaran Anda misal Rp 100 juta/tahun, dan skills Anda mampu
membukukan profit 50% setahun, maka modal yang Anda butuhkan adalah Rp 200 juta. Jika Anda secara rata-rata hanya mampu menghasilkan 25% setahun, maka modal yang Anda butuhkan adalah
Rp 400 juta.

Jika Anda perhatikan ketiga hal tersebut saling berhubungan erat satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.

Ingat! Ketika uang Anda sudah dideposit ke rekening saham Anda, secara teknis Anda harus sudah siap untuk trading / investasi di pasar saham, namun bagaimanakah strateginya? Strategi seperti apa
yang Anda mau lakukan? Tanpa adanya rencana yang jelas, tentu risiko akan semakin meningkat. "If you fail to plan, you are planning to fail." Benjamin Franklin. Jika Anda gagal merencanakan berarti
Anda merencanakan kegagalan itu sendiri.

Tanpa strategi yang jelas, tentu baik investasi ataupun trading Anda tidak akan berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, sebaiknya selain mempersiapkan modal Anda juga perlu mengetahui bagaimana
caranya menganalisa pergerakan harga saham, menentukan kapan waktu beli dan jual, baik jual dalam keadaan rugi (cut loss) maupun untung (take profit).

Pelajari juga tentang money management karena tanpa money management, sepintar apapun Anda menganalisa pergerakan harga, Anda tidka akan bisa merasakan long lasting success sebagai seorang trader.

Tapi kalau cara Anda menganalisis arah harga cenderung biasa-biasa aja dan kadang salah, bahkan mungkin Anda lebih sering salahnya daripada benarnya, dengan money management Anda yang bagus maka Anda masih tetap akan bisa long lasting success. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed