Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Okt 2018 11:52 WIB

Yakin Kamu Berinvestasi di Emiten yang Tepat? Begini Ngukurnya

Ellen May - detikFinance
Pengamat Saham Ellen May Foto: Istimewa Pengamat Saham Ellen May Foto: Istimewa
Jakarta - Analisis fundamental adalah hal terpenting yang harus diperhatikan bagi long term investor saham. Mengapa demikian? Karena seorang long term investor memiliki mindset membeli bisnis, dan mengharapkan return dari kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

Apa hal terpenting analisis fundamental saham buat long term investor? Bagaimana menilainya dengan mudah? Apa prinsip dasar investasi dan analisis fundamental? Bagaimana dengan trader saham? Perlukah mempelajari analisis fundamental? Yuk kita pelajari!

Investasi jangka panjang dan analisis fundamental

Mindset investor buy a business not a stock!

Warren Buffett, sang investor legendaris dunia, merupakan salah 1 orang terkaya di dunia sampai saat ini yang memperoleh kekayaan melalui investasi di pasar saham. Buffett memiliki mindset untuk membeli sebuah perusahaan, bukan sebuah saham.

Oleh sebab itu, Buffett memilih perusahaan yang ia mengerti dan dalam jangka waktu yang panjang bisa memberikan profit yang besar.

Jika Anda ingin memiliki sebuah bisnis tentunya Anda harus tahu bisnis ini bergerak di bidang seperti apa, manajemennya seperti apa, bagaimana bisnis ini bisa memberikan profit yang konsisten dalam jangka waktu yang panjang dll.

Dengan memiliki mindset seperti ini, Anda tidak akan tergiur untuk membeli saham yang murah, atau saham yang lagi ramai diperbincangkan tetapi Anda akan menilai dan menganalisa fundamental/kesehatan perusahaannya.

Bagaimana caranya? Hal apa saja yang perlu diperhatikan? Yuk simak pembahasannya berikut ini:

4 Faktor yang perlu diperhatikan dalam menganalisa perusahaan:

Business Model: Saya percaya jika tertarik ke dalam dunia investasi saham karena adanya sebuah gagasan yang simple secara bisnis modelnya. Bisnis model di sini maksudnya adalah secara umum, masyarakat mengenal dan menggunakan produk/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan ini.

Contoh: PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk. Siapa si yang tidak kenal dengan produk Indomie dan Bank BCA? Produk mie instan asal Indonesia yang terkenal dari Sabang sampai Merauke, disukai oleh semua jenis kalangan dan Bank BCA yang merupakan salah 1 market caps terbesar di Indonesia.

Jika Anda dalam kehidupan sehari-hari saja menggunakan produk/jasa dari perusahaan tersebut, maka perusahaan tersebut memiliki bisnis model yang baik, yang Anda mengerti bagaimana perusahaan ini mendapatkan keuntungan dan lainnya.

Management: Sebelum Anda berinvestasi saham, hal yang perlu Anda perhatikan juga adalah management dari perusahaan tersebut. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah bisnis ini

dikelola oleh orang yang jujur, orang yang kompeten, dan terbuka terhadap para pemegang sahamnya?

Apakah perusahaan ini dapat dipercaya dan rasional dalam menjalankan usahanya? Perusahaan yang bisa memberikan profit yang konsisten tentunya dikelola oleh management yang baik di belakang layarnya.

Profitabilitas: Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio) adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait penjualan, aset dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu.

Rasio ini biasanya digunakan oleh investor dan kreditur (bank) untuk menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh oleh investor dan besaran laba perusahaan untuk menilai kemampuan perusahaan membayar utang kepada kreditur berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga terlihat tingkat efisiensi perusahaan.

Semakin tinggi nilai rasio maka kondisi perusahaan semakin baik berdasarkan rasio profitabilitas.

Nilai yang tinggi melambangkan tingka laba dan efisiensi perusahaan tinggi yang bisa dilihat dari tingkat
pendapatan dan arus kas. Biasanya peningkatan rasio ini juga akan tercermin dari harga saham perusahaan yang akan bergerak sejalan dengan peningkatan laba perseroan.

Beberapa rasio penting yang perlu Anda ketahui antara lain: Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak/Penjualan

ROA = Laba Bersih: Total Aset

ROE = Laba Bersih Setelah Pajak / Ekuitas Pemegang saham

EPS = Laba Bersih Setelah Pajak - Dividen Saham Preferen / Jumlah Saham Biasa yang Beredar

Valuasi: Menghitung valuasi saham adalah proses menentukan berapa harga yang wajar untuk suatu saham.

Walaupun harga saham berubah setiap waktu, namun dengan mengetahui nilai wajarnya, kita akan lebih tenang dalam menghadapi gejolak pasar.

Proses penghitungan ini sendiri biasanya lebih sering dilakukan oleh seorang investor, untuk menentukan apakah harga saham tersebut sudah cukup murah untuk dibeli atau belum.

Meskipun begitu, cara untuk menghitung valuasi saham ini cukup bervariasi, dan memiliki level subjektiitas yang cukup tinggi.

Sehingga jika Anda menggunakan metode ini, Anda tidak akan benar-benar menemukan saham yang murah dengan fundamental yang bagus. Karena saham dengan fundamental yang bagus, biasanya harganya selalu overvalue.

Salah satu metode penghitungan valuasi yang cukup simple yang bisa Anda gunakan ialah metode penghitungan PBV = Price/Book Value Trader perlukah analisis fundamental?
Mindset seorang trader berbeda sekali dengan mindset seorang investor.

Dari asal katanya saja, "trade" artinya berdagang. Berdagang itu tentunya Anda ingin mendapatkan keuntungan yang cepat dan cepat laku barangnya. Jika barang yang Anda beli masih dihold dalam jangka waktu yang agak panjang, maka barang tersebut berpotensi rusak/busuk.

Seorang trader sebaiknya menggunakan analisis teknikal untuk menganalisa pergerakan harga saham.

Mengapa? Karena perilaku pasar tercermin melalui chartnya. Aksi jual dan beli saham atau yang sering disebut prinsip supply and demand itu terlihat jelas dalam chartnya, sehingga, analisa fundamental tidak perlu diperhatikan terlalu dalam.

Fokus seorang trader mendapatkan profit yang besar, dalam waktu yang cukup singkat sehingga analisa bagaimana fundamental perusahaan tersebut bisa diabaikan. (das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com