Rekomendasi Saham Sepekan

Rekomendasi 5 Saham yang Patut Dilirik

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 20 Sep 2020 17:54 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pada penutupan pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup menguat 0,41% ke posisi 5.059. Lalu apakah tren positif itu berlanjut di awal pekan ini, sebab pada perdagangan terakhir dana asing masih mengucur keluar.

Selain itu beberapa sentimen baik dari dalam maupun luar masih menyelimuti pasar modal Indonesia. Oleh karena itu investor patut berhati-hati dalam bertrnasaksi di awal pekan ini.

Meski begitu analis merekomendasikan beberapasa saham yang patut dipertimbangkan. Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama merekomendasikan 5 saham

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level Rp 790 - Rp 800, dengan target harga secara bertahap di level Rp 865, Rp 905 dan Rp 1.080. Support: Rp 730.

PT Mitra Keluarga Karya Sehat Tbk (MIKA).

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Akumulasi beli pada area level Rp 2.280 - Rp 2.330, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.430, Rp 2.510, Rp 2.580 dan Rp 2.850. Support: Rp 2.180.

PT Sumarecon Agung Tbk (SMRA).

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 555 - 570 dengan target harga secara bertahap di level 615, 635, 655, 735 dan 845. Support: 540 & 515.

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE).

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level Rp 168 - Rp 171, dengan target harga secara bertahap di level Rp 179, Rp 210, Rp 240 dan Rp 270. Support: Rp 163 & Rp 148.

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level Rp 146 - Rp 155, dengan target harga secara bertahap di level Rp 162, Rp 185, Rp 208 dan Rp 232. Support: Rp 138.

Sementara Pengamat investasi dari PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) Nurfalah mengatakan, saat ini ialah waktu yang tepat untuk membeli saham karena murah. Dia bilang, IHSG sendiri sempat turun hingga level 3.800 dari posisi awal tahun 6.300-an.

"Namun pastikan memilih emiten yang memiliki performa recovery paling cepat dulu yang kita beli," katanya.

Nurfalah menjelaskan, pandemi memberi dampak pada sejumlah sektor seperti properti, manufaktur dan perbankan di mana sektor tersebut diproyeksi kinerja masih cukup berat untuk beberapa waktu ke depan.

Di samping itu, ia juga menyebut ada instrumen lain yang mengalami kenaikan di saat pandemi.

"Namun ada pula instrumen lain yang mengalami kenaikan di masa pandemi, yaitu emas yang merupakan instrumen safe haven artinya pada saat terjadi resesi orang akan cenderung membeli emas sehingga permintaan terhadap emas sangat tinggi saat ini," lanjutnya.



Simak Video "BPK: Defisit APBN 2020 Melebar Menjadi Rp 947,7 Triliun dari PDB"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)