Ramalan IHSG dan 3 Rekomendasi Saham Pekan Depan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 18 Okt 2020 16:59 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sederet sentimen masih akan membayangi pasar modal Indonesia sepekan ke depan. Setelah pekan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas, bagaimana dengan pekan depan.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, dari sisi eksternal pekan depan pasar akan memperhatikan perizinan vaksin COVID-19. Manajemen Pfizer Inc akan mengajukan izin vaksin COVID-19 ke otoritas USA pada awal November.

"Vaksin Pfizer merupakan hasil pengembangan perusahaan bersama mitranya di Jerman, BioNTech. Perkembangan perijinan vaksin menjadi sentimen positif di akhir pekan bagi bursa Eropa dan Amerika di tengah naiknya kasus COVID-19. Saat ini pasar sudah memasukan optimisme vaksin akan segera ditemukan dan segera distribusikan," ucapnya seperti dikutip Minggu (18/10/2020).

Selain itu, harapan terhadap stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) juga masih menjadi perhatian pelaku pasar beberapa pekan ke depan. Pertarungan Donald Trump dan Joe Biden dalam pilpres AS juga masih membayangi pasar.

Dari sisi domestik ada beberapa hal yang menjadi sentimen positif, seperti komentar Bank Dunia tentang Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sangat positif. Selain itu laporan kinerja keuangan para emiten yang akan keluar juga akan menjadi sentimen positif.

Hadirnya beberapa sentimen mulai dari vaksin dan perkiraan kinerja emiten yang lebih baik diperkirakan akan 3 membuat IHSG menguat namun terbatas di pekan depan.

"Adapun Support IHSG berada di level 5.067 sampai 5.001 dan resistance di level 5.182 sampai 5.200. Cenderung SOS bila IHSG menguat untuk bisa BOW kembali ketika IHSG koreksi," terangnya.

Sementara analis Artha Sekuritas, Dennies Chrsitoper memprediksi IHSG di awal pekan akan melemah.

"Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low serta stochastic masih melebar setelah membentuk goldencross. Pergerakan akan dibayangi minimnya sentimen perekonomian pada awal pekan serta kembali melonjaknya kasus covid-19 baik dari dalam negeri dan di eropa," ucapnya.

Rekomendasi saham pekan depan ada di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2