Menimbang Prospek Saham GoTo Jelang Dibukanya Gembok Investor Jumbo

ADVERTISEMENT

Menimbang Prospek Saham GoTo Jelang Dibukanya Gembok Investor Jumbo

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 24 Okt 2022 07:30 WIB
Podcast: Menakar Cuan Saham GoTo
Foto: Tim Infografis/Fauzan Kamil
Jakarta -

Berakhirnya periode penguncian saham atau lock up PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) pada 30 November 2022 membuat perusahaan terus melobi investornya. Salah satu yang dilobi adalah Alibaba Group Holding Ltd dan SoftBank Group Corp.

GoTo dikabarkan membujuk Alibaba dan Softbank untuk tidak buru-buru menjual kepemilikan sahamnya. Dua investor itu diketahui menguasai saham sekitar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15 triliun.

Berakhirnya periode lock up membuat keduanya bisa menjual saham mereka. Dengan kondisi sekarang ini, lantas apakah saham GoTo masih bisa kasih cuan?

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana berpendapat, investor tetap bisa cuan dari saham GoTo. Caranya dengan memanfaatkan swing untuk periode jangka pendek.

"Jadi bagaimanapun tetap ada swing. Dia turun terus naik lagi. Investor yang memang orientasi jangka pendek dan ya memang sudah paham dengan risikonya bisa memanfaatkan swing tersebut untuk mendapatkan cuan. Tentu bukan berarti saham-sahamnya GoTo jelek sekali," katanya kepada detikcom, Minggu (23/10/2022).

Naik turun harga saham pada entitas teknologi merupakan hal yang sering terjadi. Wawan berpendapat fenomena ini tidak hanya terjadi pada GoTo.

"Tapi kenyataanya tiap ada berita positif, dia growth atau naik. Tapi kalau mendekati pertumbuhan tidak sesuai ekspektasi, atau kondisi-kondisi yang membuat saham turun, saham akan terkoreksi," katanya menambahkan.

Wawan hanya menyarankan, investor sebaiknya melakukan diversifikasi saham atau membagi dana di beberapa instrumen yang berbeda. Sementara bagi yang baru akan masuk ke saham GoTo, Wawan menyarankan untuk mengatur exit strategi yang jeli.

"Tapi tujuannya, kalau masuk ke GoTo harus punya exit strategi yang jelas. Misal udah masuk profit 10-20% saya akan jual. Kedua cut loss, ini penting juga, harus punya. Misalnya 8%," jelasnya.

Namun, Wawan menyebut GoTo sedang dalam posisi merugi saat ini. Lobi yang dilakukan kepada investor besar merupakan upaya untuk menjaga sumber pendanaan.

Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut GoTo perlu menjaga investor mereka. Meskipun tidak ada kepastian apakah bujukan GoTo akan berhasil atau tidak.

"Investor besar ini ada peluang jual, tentu jualnya pelan-pelan. Sesegera mungkin jualnya, ya pasti pelan-pelan. Apalagi kepemilikan gede nggak gampang keluar," ungkapnya.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT