Laba Emiten Farmasi Ini Naik 511% Jadi Rp 14,97 Miliar

Laba Emiten Farmasi Ini Naik 511% Jadi Rp 14,97 Miliar

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2026 11:06 WIB
Perusahaan plat merah yang bergerak dalam memproduksi obat-obatan, PT Phapros Tbk, siap meningkatkan produksinya hingga 6 milyar tablet. Berarti tiga kali lebih besar ketimbang sebelumnya yang hanya mampu memproduksi 2 milyar tablet apabila perlluasa
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

PT Phapros Tbk (PEHA) mencatat kenaikan laba bersih pada semester I-2026. Laba bersih perusahaan farmasi tersebut naik 511,01% menjadi Rp 14,97 miliar dari Rp 2,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo mengatakan kenaikan kinerja ditopang pertumbuhan penjualan, perbaikan margin laba kotor melalui perbaikan portofolio produk, serta efisiensi operasional produksi.

Menurutnya, perusahaan juga menjalankan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja keuangan, mulai dari pengendalian biaya, peningkatan kepuasan pelanggan, penguatan portofolio, transformasi sistem dan proses bisnis, hingga optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari 2 (dua) digit hingga akhir tahun 2026. Untuk itu, kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kesehatan masyarakat Indonesia," ujar Intan, Sabtu (29/8/2026).

Dari sisi penjualan, Phapros membukukan Rp 482,85 miliar pada semester I-2026, naik 5,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 458,22 miliar. Kenaikan penjualan terutama berasal dari produk-produk dengan margin lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

Perusahaan juga mencatat penurunan rasio harga pokok penjualan (HPP) terhadap penjualan. Pada Juni 2026, rasio HPP berada di 49%, turun dari 52% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, margin laba kotor Phapros meningkat menjadi 50,4% pada semester I-2026 dari 48,0% pada semester I-2025.

Selain laba, posisi kas perusahaan juga meningkat. Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 tercatat Rp 162,47 miliar, naik 215,6% dibandingkan Rp 51,49 miliar pada 30 Juni 2025.

Total aset Phapros per 30 Juni 2026 mencapai Rp 1,45 triliun, naik 4,66% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 1,39 triliun.

## Siapkan Produk Baru

Phapros juga menyiapkan produk baru untuk memperluas portofolio. Produk tersebut berupa serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang ditujukan untuk membantu mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit dental atau gigi.

Produk tersebut melengkapi lini produk dental Phapros yang salah satunya terdiri dari Pehacaine, produk anestesi.

Saat ini produk baru tersebut masih dalam tahap persiapan produksi dan ditargetkan memasuki tahap komersialisasi pada kuartal IV-2026.

"Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan," ujar Intan sebagai penutup.

## Genjot Ekspor

Selain pasar domestik, Phapros telah menjalankan bisnis ekspor sejak 2014. Saat ini produk Phapros telah diekspor ke Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini.

Produk yang diekspor antara lain analgesik, obat anti-TB, multivitamin, obat antimabuk perjalanan, dan antibiotik.

Pada kuartal III dan IV-2026, perusahaan berencana mengirim produk ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja. Nilai penjualan ekspor tersebut ditargetkan mencapai Rp 5 miliar.

"Ke depannya Perseroan terus mentargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon *buyer* dan penambahan lini produk".

Lihat juga Video: Perkapalan dan Data Center Jadi Emiten Primadona Saat Ini

(fdl/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads