PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), emiten yang bergerak di bidang teknologi GPS tracker dengan merek Fox Logger, mencatat pertumbuhan pendapatan hingga kuartal III-2026.
Pendapatan perseroan hingga September 2026 tumbuh sekitar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Pada periode sembilan bulan 2025, IOTF membukukan pendapatan Rp45,30 miliar. Dengan pertumbuhan sekitar 16%, pendapatan hingga September 2026 mencapai lebih dari Rp50 miliar.
Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah tekanan biaya akibat penguatan dolar AS terhadap rupiah dan kenaikan harga komponen elektronik global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk Dr. Alamsyah mengatakan permintaan dari pelanggan korporasi, terutama sektor logistik dan rental kendaraan, menjadi salah satu penopang pendapatan. Menurutnya, perusahaan di sektor tersebut semakin membutuhkan efisiensi biaya operasional dan pengelolaan armada.
"Kuartal III tahun ini memberikan tantangan yang cukup besar bagi kami. Penguatan dolar AS terhadap rupiah dan kenaikan harga komponen elektronik global memberikan tekanan terhadap biaya produk. Namun di tengah kondisi tersebut, Perseroan tetap mampu mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Alamsyah dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).
Menurut Alamsyah, kebutuhan untuk menekan biaya operasional membuat pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan armada semakin dibutuhkan.
"Industri logistik dan rental telah berkembang selama belasan tahun dan memiliki kebutuhan pengelolaan armada yang semakin kompleks. Saat ini fokus mereka tidak hanya pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga bagaimana menekan biaya operasional agar profitabilitas tetap terjaga. Kami melihat teknologi memiliki peran yang semakin penting dalam menjawab kebutuhan tersebut," jelasnya.
IOTF juga mengembangkan produk GPS tracker Fox Logger dengan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk membantu pelanggan memantau aktivitas kendaraan dan mengelola armada.
Pengembangan produk diarahkan pada efisiensi operasional dan pemanfaatan aset kendaraan. Perseroan telah menjalankan bisnis GPS tracker selama 16 tahun. Selain pengembangan produk, perusahaan juga mempertahankan layanan purna jual untuk pelanggan.
Ke depan, IOTF akan melanjutkan pengembangan teknologi dan layanan yang berkaitan dengan efisiensi operasional pelanggan. Perseroan juga akan mengelola biaya di tengah perubahan nilai tukar dan harga komponen elektronik.
Kebutuhan digitalisasi pengelolaan armada dinilai masih terbuka, terutama untuk efisiensi biaya, produktivitas aset, keamanan kendaraan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
"Kami ingin pertumbuhan Perseroan dibangun di atas fundamental bisnis yang semakin kuat. Fokus kami adalah menjaga kepercayaan pelanggan, terus melakukan inovasi teknologi, serta memastikan solusi Fox Logger memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi operasional pelanggan," tutup Alamsyah.
(fdl/fdl)









































