Namun pemerintah meminta investor obligasi negara khususnya investor Oobligasi Ritel Indonesia (ORI) untuk tidak panik.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, dalam acara konferensi Pers di Gedung Depkeu, Lapangan Banteng, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat pun sempat dihubungi Menkeu Sri Mulyani untuk menanyakan kondisi pasar padahal fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup baik.
Mengenai ORI, pemerintah akan kembali menerbitkan ORI terbaru yaitu ORI seri 005 pada bulan September 2008. Rencananya penerbitannya akan dilakukan secara teratur dalam setahun dua kali.
"Kita mencoba mengeluarkan lebih teratur setahun dua kali, termasuk target ibu rumah tangga," ujarnya.
Beberapa seri ORI yang diterbitkan pemerintah memang banyak yang diburu oleh ibu-ibu rumah tangga. Misalnya untuk ORI 003, sebanyak 21,93% pembeli ORI merupakan ibu rumah tangga.
(hen/ddn)










































