Situasi pasar yang sedang jatuh dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi. Buyback akan digelar Jumat besok, 4 April 2008.
Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, lanjut Sri Mulyani berkomitmen untuk menjaga stabilitas surat berharga negara di tengah situasi pasar yang semakin tidak menentu.
"Oleh karena itu menanggapi situasi market dalam 2 hari ini di pasar SUN, maka pemerintah melaksanakan lelang pembelian kembali," ujarnya
Menkeu juga mengatakan pemerintah akan menjaga nilai surat utang negara di pasar sehingga punya kredibilitas yang terjaga.
"Karena SUN ini merupakan instrumen fiskal yang sangat penting, pemerintah akan menjaga agar nilainya tetap stabil sehingga menjadi alat investasi yang aman di mata investor," ujarnya.
Sampai triwulan I-2008 pemeritnah sudah menerbitkan obligasi negara sebanyak Rp 47,3 triliun, ini berarti sudah 30 persen dari jumlah SUN yang harus diterbitkan pemerintah tahun ini.
Pada kesempatan yang sama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom mengatakan BI akan turut menjaga peranannya agar buyback SUN yang dilakukan pemerintah dapat berlangsung dengan baik dan sesuai dengan target yang diperkirakan oleh pemerintah.
"Memang ekspektasi dari inflasi, pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah turut mempengaruhi harga dari SUN, dan pada saat ini kami berpendapat ekonomi Indonesia di triwulan I-2008 akan melambat dari perkiraan semula yang dipengaruhi oleh perlambatan ekspor, ini harus disikapi secara tegas karena dibarengi oleh tekanan inflasi yang sangat tinggi," ujarnya.
(ddn/qom)











































