Investor Berhitung Masuk Pasar RI

Investor Berhitung Masuk Pasar RI

- detikFinance
Senin, 07 Apr 2008 11:40 WIB
Investor Berhitung Masuk Pasar RI
Jakarta - Ancaman inflasi global terus menggelinding. Investor yang akan investasi ke pasar Indonesia pun mulai berhitung apakah akan masuk atau tidak.

Akibat tingginya harga komoditas dan energi dunia saat ini telah membuat sejumlah negara termasuk Indonesia mengalami tren kenaikan inflasi.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) mengatakan, di negara yang jarang terkena inflasi seperti Jepang pun kini mulai terasa. Termasuk Australia yang biasanya stabil kini inflasinya begitu terasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini juga menjadi perhitungan bagi para pemegang dana yang mulai menghitung-hitung apakah mereka akan masuk atau tidak," kata Miranda disela-sela acara peluncuran laporan perekonomian Indonesia 2007 oleh BI di gedung B BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (7/4/2008).

Yang pasti lanjut Miranda, BI membantu menjaga agar negara ini tidak terlalu terkena dampaknya. Meskipun diakui sudah terlihat dampaknya di SUN dan yang lainnya.

BI juga akan mendukung upaya-upaya menekan inflasi dan menjaga likuiditas pasar karena tekanan eksternal memang terasa sangat kuat dan volatil.

Indonesia pada bulan Maret mencatat inflasi 0,95% dan year on year 8,17%. Pasar menilai target inflasi pemerintah sebesar 6 plus minus 1 persen bakal terlampaui karena tren inflasi yang terus naik. Kondisi inflasi inilah yang belakangan membuat pasar saham, obligasi dalam negeri menjadi kurang menarik.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads