Berdasarkan survei triwulanan ING Asia Pasifik (ING), Rabu (16/4/2008) tentang persepsi investor disebutkan meski indeks sentimen investor ING atas Indonesia turun ke posisi 131. Namun investor di Indonesia masih merupakan salah satu pasar yang paling optimistis di Asia. Sebelumnya, pada triwulan IV-2007, Indonesia menduduki peringkat ke-4 dalam hasil survei.
Sementara itu, Jepang, Singapura, dan Australia adalah tiga negara di kawasan Asia Pasifik yang paling tidak optimistis di triwulan I-2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sentimen investor ING pada mayoritas pasar di Asia menurun di triwulan I-2008 dibandingkan pada triwulan IV 2007. Hong Kong, Singapura, dan Korea Selatan merupakan pasar yang menunjukkan penurunan paling besar:
- Indeks sentimen investor di Hong Kong turun menjadi 107 di triwulan I 2008 dari 148 di triwulan IV 2007.
- Indeks sentimen investor di Singapore turun menjadi 88 di triwulan I 2008 dari 136 di triwulan IV 2007.
- Indeks sentimen investor di Korea turun menjadi 96 di triwulan I 2008 dari 113 di triwulan IV 2007.
Kredit subprime dan krisis kredit tetap menjadi isu kekhawatiran utama bagi investor di Asia, dimana 58% investor Indonesia mengakui bahwa krisis kredit subprime di Amerika Serikat mempengaruhi keputusan investasi mereka selama tiga bulan terakhir ini. Sementara, 63% investor Indonesia memperkirakan bahwa krisis kredit subprime akan mempengaruhi keputusan investasi mereka pada triwulan II-2008.
"Tidak mengejutkan bahwa Asia juga terkena imbas kiris kredit dan melambatnya perekonomian di Amerika Serikat. Yang kita lihat adalah investor-investor di seluruh Asia lebih merasakan dampak dari kekacauan pasar global karena investor-investor di Asia juga melakukan investasi di pasar saham global," ujar Hou Wey Fook, Chief Investment Officer, ING Private Banking, Asia.
Investor di Indonesia optimistis, namun tetap waspada walaupun dampak kredit subprime di Amerika Serikat akhirnya mempengaruhi negara-negara di Asia, termasuk Indonesia. Dampaknya lebih mempengaruhi pandangan investor terhadap situasi ekonomi secara keseluruhan, tidak pada pasar investasi spesifik. Sentimen investor retail Indonesia tetap pada level optimistis dengan nilai 131.
Hasil survei ING di Indonesia:
- Walaupun 46% investor Indonesia mengatakan bahwa situasi ekonomi menurun dalam tiga bulan terakhir, namun 48% memperkirakan situasi ekonomi akan membaik di tiga bulan kedepan
- 29% investor Indonesia memperkirakan bahwa pasar saham akan meningkat di triwulan II 2008, sementara 36% mengatakan bahwa pasar saham akan menurun di triwulan II 2008.
- 36% reponden di Indonesia mengatakan bahwa mereka berpandangan positif terhadap kebijakan investasi pemerintah pada triwulan II 2008, dibanding dengan 30% yang menganggap kebijakan pemerintah mengenai investasi cukup positif pada triwulan I 2008.
- 46% responden memperkirakan hasil investasi mereka akan meningkat dalam triwulan II 2008.
- 66% reponden memperkirakan bahwa kondisi keuangan pribadi mereka akan membaik pada triwulan II 2008 dibandingkan dengan 40% responden yang merasa bahwa status keuangan mereka membaik di triwulan I 2008.
Hasil survei ING di Asia:
- 48% responden mengindikasikan pandangan positif mereka terhadap situasi ekonomi pada triwulan II 2008 sementara 32% responden mengatakan bahwa situasi ekonomi membaik di triwulan I 2008.
- 57% responden juga memperkirakan bahwa hasil investasi mereka akan meningkat di triwulan II 2008.
- 56% responden pun mengatakan bahwa mereka memperkirakan situasi keuangan pribadi mereka akan meningkat di triwulan II 2008 dibanding dengan 40% responden yang mengatakan bahwa situasi keuangan pribadi mereka membaik di triwulan I 2008.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa yang terburuk telah berlalu, walaupun keadaan pasar keuangan yang masih bergejolak namun untuk jangka panjang kondisi ekonomi di Asia tetap kuat," jelas Hou. Menurutnya, pertumbuhan PDB di kawasan ini kemungkinan akan sedikit terpengaruhi, dan dipicu oleh perdagangan inter-regional dan pertumbuhan domestik. "Kami memperkirakan bahwa Asia akan terus memiliki pertumbuhan PDB yang kuat, dengan perkiraan antara 3% sampai dengan 9% di seluruh wilayah tahun ini. Perekonomian Indonesia tumbuh 6,3% pada tahun 2007 dan diperkirakan untuk tumbuh 6,5% di 2008 ini," papar Hou.
Indonesia lebih memilih pendekatan Wait and See dengan berfokus pada Asia dan mempertimbangkan investasi berisiko rendah. Investor retail di Indonesia memilih deposito tunai, emas, dan properti karena mereka ingin memiliki likuiditas lebih tinggi dalam masa-masa ketidakpastian.
Sebanyak 66% investor Indonesia juga menerapkan strategi berimbang dengan mencari investasi yang menjanjikan potensi berkembang dalam jangka menengah dan jangka panjang dengan imbalan yang stabil.
"Survei ING menunjukkan bahwa sebagian besar investor Indonesia, sebagaimana sebagian besar investor di Asia, bergeser ke arah pemilikan uang tunai, deposito, dan emas di triwulan I 2008. Sementara itu, penggunaan instrumen investasi lainnya, seperti reksa dana dan saham cukup konsisten. Hal ini memperlihatkan bahwa investor Indonesia cukup konservatif dan menjalankan pendekatan wait and see dalam menghadapi ketidak-pastian kondisi pasar saat ini," ujar Robert Scholten, Presiden Direktur PT ING Securities Indonesia. (ir/qom)











































