Namun pelemahan yang lebih jauh itu tertahan oleh adanya net subscription reksa dana. Namun dari sisi volume, meski terdapat net subscription yang cukup signifikan, NAB reksa dana tetap saja mengalami penurunan. Kondisi tersebut terkait dengan tekanan dari sisi harga, terutama adjustment di sisi underlying asset berbasis saham dan SUN yang terus melemah.
Meski demikian, reksa dana diprediksi tetap tumbuh dengan baik karena fungsinya sebagai instrumen alternatif masuk cukup baik dan prospektif jika dibandingkan dengan pendapatan riil dari deposito, khususnya pada segmen investor ritel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi produk, BI menilai ETF Saham, Syariah dan Indeks menunjukkan kinerja yang cukup baik. Ketiga produk tersebut telah mengalami rebound dalam satu bulan terakhir. Sementara produk lainnya masih mengalami koreksi di sisi NAB. Namun, kecilnya kapitalisasi ketiga produk baru tersebut belum mampu menahan pelemahan NAB secara bulanan maupun triwulanan.
Pergerakan IHSG Triwulan I-2008
BI melihat pergerakan IHSG selama triwulan I-2008 cenderung sensitif oleh aktivitas investor asing dan sentimen eksternal. Investor asing terlihat semakin berhati-hati dengan net beli hanya sebesar Rp 152 miliar.
Data KSEI menunjukkan porsi kepemilikan asing pada Maret 2008 berada pada level 61,1%, turun dari posisi Desember 2007 yang tercatat sebesar 66,3%. Kapitalisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp 1,988 triliun per Desember 2007, turun menjadi Rp 1,820 triliun per Maret 2008.
Aksi Jual SUN
Selama Triwulan I-2008, investor asing kembali membukukan net beli meski sangat terbatas dan dengan kehati-hatian yang tinggi. Investor asing membukukan net beli di pasar SUN dengan porsi kepemilikan yang relatif stabil yaitu sekitar 16%-17%.
Pada triwulan I-2008, net beli SUN tercatat sebesar Rp 4,8 triliun termasuk oleh bank rekap, reksa dana, dan dana pensiun yang masing-masing masing membukukan net beli sebesar Rp 12,7 triliun, Rp 2,8 triliun, dan Rp 0,9 triliun. Sebagai counterpart, kelompok bank nonrekap, asuransi, sekuritas, dan lainnya merupakan penjual terbesar SUN yang masing-masing mengalami net jual sebesar Rp 15,7 triliun, Rp 0,3 triliun, Rp 0,75 triliun, dan Rp 4,92 triliun.
Total volume perdagangan SUN per triwulan I-2008 sebesar Rp 295,3 triliun per hari, turun dari posisi per triwulan IV-2007 sebesar Rp 332,7 triliun per hari. Sementara itu, total frekuensi perdagangan SUN justru meningkat dari 279,5 per hari pada triwulan I-2007 menjadi sebesar 318,5 pada triwulan I-2008.
(qom/ir)











































