Reksa dana terproteksi ini berjangka waktu kurang lebih 1 tahun dengan indikasi imbal hasil investasi sebesar 9%-9,75% (nett) yang akan dibagikan secara regular setiap 3 bulan sekali.
Peluncuran Reksa dana ini bekerja sama dengan 2 bank sebagai agen penjual, yaitu ABN Amro Bank NV dan DBS Indonesia, dengan jumlah penawaran reksa dana terproteksi sebesar Rp 200 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diah mengatakan, produk ini memberikan pendapatan tetap, sehingga investor terhindar dari ketidakpastian akibat pergerakan pasar modal yang sangat fluktuatif akhir-akhir ini.
"Produk ini memang dirancang bagi investor yang menginginkan imbal hasil pasti di tengah kondisi pasar modal yang bergejolak seperti saat ini," ulas Diah.
Diah mengungkapkan bahwa faktor tingginya harga minyak serta besarnya ancaman tingkat inflasi dan suku bunga yang meningkat, akan membuat investor memperbesar porsi investasinya, khususnya yang berbasis Pendapatan Tetap.
"Inilah salah satu alasan kami meluncurkan produk reksa dana terproteksi Melati III, yaitu memberikan alternatif investasi bagi investor agar tujuan investasi mereka tetap dapat tercapai." jelas Diah.
Ke depannya, DIM berencana untuk mengeluarkan beberapa produk reksa dana serupa dengan melihat kondisi ekonomi dan animo para investor terhadap Reksadana sejenis ini.
Sementara PT Danareksa Invesement Management adalah anak perusahaan dari PT Danareksa yang merupakan salah satu pionir dalam produk-produk reksa dana.
Saat ini DIM telah mengelola 27 produk reksa dana, termasuk 2 reksa dana syariah. Total dana kelolaan reksa dana DIM per 28 Mei 2008 adalah sebesar Rp 4,616 triliun.
(dro/qom)











































