Saatnya Pilih Obligasi Korporasi

Saatnya Pilih Obligasi Korporasi

- detikFinance
Rabu, 09 Jul 2008 10:42 WIB
Saatnya Pilih Obligasi Korporasi
Jakarta - Anda bingung menempatkan dana dan ingin mencoba di obligasi? Saran dari Private Wealth Management (PWM) Deutsche Bank, investor sebaiknya memilih investasi di obligasi korporasi daripada obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN). Kenapa?

Peningkatan obligasi korporasi telah menjadikannya sebagai obligasi yang menarik dan kualitas kredit dari obligasi menawarkan peluang investasi menarik.

"Dengan menurunnya sistem risiko, imbal hasil dari obligasi pemerintah mencerminkan naiknya kekhawatiran inflasi dan harus segera diatasi," ujar Chief Investment Officer Asia Private Wealth Management Deutsche Bank, Chew Soon Gek dalam siaran pers yang diterima detikFinance (9/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyarankan investor untuk menambah pengalokasian aset dengan obligasi dan saham, investasi alternatif dapat menambah variasi pada portfolio dan keseimbangan untuk hasil portfolio.

Dalam waktu 12 bulan mendatang, PWM Deutsche Bank lebih memilih saham di pasar berkembang untuk perkembangan struktural dan memilih AS ketimbang Eropa. Dengan berjalannya pengetatan moneter dan ukuran lain di bidangnya,

Investasi pada hedge funds juga dapat memberikan strategi yang bervariasi untuk imbal hasil yang sama rata (exhibited flat returns), yang terjadinya saham yang outperform disebabkan oleh margin yang besar.

"Rekomendasi keseluruhan untuk alternatif investasi, seperti hedge funds dan komoditas sebesar 30 persen, tergantung dari tujuan individu dan toleransi risiko," ujarnya.

Komoditas (energi, logam mulia dan pertanian) dan obligasi yang terproteksi inflasi (inflation-protected bonds) adalah instrumen yang berpotensi untuk menahan laju inflasi yang terus meningkat.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads