Investasi yang Cocok untuk Karyawan Berkeluarga Kecil

Investasi yang Cocok untuk Karyawan Berkeluarga Kecil

- detikFinance
Jumat, 09 Mei 2014 08:30 WIB
Investasi yang Cocok untuk Karyawan Berkeluarga Kecil
Jakarta - Pertanyaan dari Pembaca: Saya adalah seorang suami dengan satu anak usia 1,5 tahun, karyawan swasta dengan penghasilan Rp 10 juta/bulan (senilai Rp 2 juta disisihkan untuk orang tua).

Dari perusahaan saya mendapatkan fasilitas pengobatan/kesehatan yang dapat diklaim ke kantor sehingga saat ini saya belum punya asuransi kesehatan. Dari penghasilan tersebut, sebagian saya ingin investasikan, tetapi bingung akan diinvestasikan dalam bentuk apa dan seberapa besar investasi tiap bulannya?

Dan apakah perlu untuk membeli asuransi kesehatan? Mohon penjelasannya. Terima kasih

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban:
Setiap bulan, penghasilan kita dapat dibagi untuk 5 pos besar:
- Pos Zakat dan bantuan saudara: 5%
- Pos Assurance untuk dana darurat dan investasi: 10%
- Pos Present consumption untuk biaya hidup: 60%
- Pos Future Spending untuk gaya hidup: 10%
- Pos INvestment untuk investasi masa depan: 15%

Kelima pos di atas, bisa disingkat ZAPFIN. Nah, berdasarkan email Anda, sebesar 20% dari penghasilan sudah digunakan untuk pos Zakat yaitu untuk bantuan orang tua. Sehingga, Anda masih punya sisa Rp 8 juta setiap bulan untuk dikelola. Dari dana Rp 8 juta ini, sebesar Rp 1,2 juta harus bisa disisihkan untuk investasi.

Nah, pertanyaannya, investasi di mana? Pemilihan produk investasi harus disesuaikan dengan profil Anda sebagai pemilik dana dan pastinya dengan tujuan investasinya. Mau dipakai untuk apa uang ini? Tujuan keuangan sebuah keluarga bisa bervariasi, misalnya ingin menyediakan dana pendidikan untuk anak, ingin membangun dana untuk pensiun, ingin liburan dengan keluarga dan lainnya. Langkah menentukan besaran investasi dan pemilihan produk adalah sebagai berikut.

1. Tentukan mimpi mana yang menjadi prioritas untuk diwujudkan. Misal, mimpi memiliki dana pendidikan anak untuk universitas saat usia 17 tahun.
2. Tentukan universitas yang dipilih dan riset biaya masuk kuliah, biaya hidup, serta biaya buku.
3. Hitung dengan kalkulator finansial di www.zapfinance.co.id jumlah kebutuhan dana saat anak usia 17 tahun. Anda cukup menginput biaya setara tahun ini dan menginput perkiraan tingkat kenaikan biaya kuliah (di Indonesia reratanya 15% per tahun). Kalkulator akan memberikan hasil kebutuhan dana yang harus Anda punya saat anak berusia 17 tahun.
4. Dengan jangka waktu investasi yang masih di atas 10 tahun (karena anak usia 1,5 tahun), maka saya sarankan Anda memilih jenis investasi yang lebih agresif seperti reksa dana saham yang potensi imbal hasilnya rata-rata 18% per tahun.
5. Kalkulator akan memberikan angka berapa jumlah investasi yang harus Anda lakukan setiap bulannya.

Lakukan kelima langkah di atas untuk menghitung berbagai tujuan keuangan yang mungkin Anda dan keluarga miliki. Pada akhirnya, kemampuan untuk menyisihkan penghasilan pasti akan dibatasi dengan jumlah penghasilan Anda. Oleh sebab itu, apabila kebutuhan investasi lebih dari Rp 1,2 juta/bulan, maka Anda harus melakukan penghematan di pos lainnya.

Selamat mencoba ya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads