Mending Beli Mobil atau Buka Usaha?

Mending Beli Mobil atau Buka Usaha?

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2014 07:26 WIB
Mending Beli Mobil atau Buka Usaha?
Jakarta - Pertanyaan dari Pembaca: Saya Hendi, sudah berumah tangga dengan 1 anak yang masih berusia 8 bulan. Saat ini saya berencana untuk membeli mobil bekas, namun dana yang tersedia di kantong hanya sebatas Rp 60 jutan.

Dari informasi yang saya dapat dengan uang segitu saya hanya bisa membeli mobil bekas keluaran 2001-an ke bawah. Namun kendalanya adalah istri saya ingin mobil yang lebih bagus lagi.

Sebenarnya saya bisa memberikannya mobil yang lebih bagus tapi dengan catatan pembelian dilakukan di tahun depan, karena dari hitung-hitung keuangan keluarga kami tiap tahun bisa saving Rp 50 jutaan (dari hasil bonus kerja tahunan).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, yang menjadi permasalahan, saya sudah merencanakan untuk mencoba berwirausaha di tahun 2015. Jadi apa yang harus saya lakukan, pilih beli mobil sekarang, atau saya korbankan rencana untuk berwirausaha di tahun depan?

Sebagai tambahan, gaji saya Rp 5,5 juta, istri saya Rp 3,3 juta dan cicilan KPR rumah Rp 3 juta. Terima kasih

Jawaban:
Pak Hendi, pembelian mobil bukanlah kebutuhan primer sebuah keluarga. Coba tanyakan kepada diri sendiri dan keluarga, hasil produktif apa yang bisa diberikan ke keuangan rumah tangga dengan adanya penambahan kendaraan.

Apabila dengan kendaraan baru maka biaya transportasi keluarga lebih hemat, maka opsi ini baik untuk dipertimbangkan. Namun, jika ternyata semakin menggerus keuangan rumah tangga, maka ada baiknya Anda pikirkan ulang rencana pembelian kendaraan.

Bandingkanlah dengan potensi penghasilan yang bisa diperoleh dari wirausaha. Apakah Anda akan tetap bekerja dan mulai bisnis? Jika Anda mempertimbangkan untuk berhenti total dari pekerjaan, saya tidak menganjurkan Anda untuk membeli kendaraan sama sekali.

Modal dana sebaiknya digunakan untuk usaha dan menambah jumlah dana darurat keluarga. Jadi, lebih baik membeli mobil dengan budget di bawah Rp 100 juta yang boleh dilakukan tahun ini atau tahun depan.

Saat ini, jumlah pemasukan keluarga adalah Rp 8,8 juta per bulan. Dengan cicilan KPR sebesar Rp 3 juta per bulan, maka rasio pembayaran utang Anda sudah sangat maksimal yaitu 34%.

Dengan demikian, saya sangat tidak menyarankan Anda membeli kendaraan dengan cara mencicil. Nah, jika pilihannya adalah membeli mobil bekas tahun 2001-an, maka Anda perlu riset dan perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Potensi kenaikan biaya transportasi. Dengan adanya mobil, maka akan timbul biaya bensin, biaya servis, dan lainnya. Waspada jika harga BBM naik di atas 10%, maka dampak ke keuangan Anda juga akan signifikan.
  • Kondisi mobil bekas yang dibeli. Jika Anda ragu, tanyakan kepada ahlinya mengenai kondisi mobil bekas yang akan dibeli. Jangan sampai biaya pembelian murah, namun biaya pemeliharaan mahal. Sehingga, jumlah biaya untuk memiliki kendaraan menjadi sangat tinggi.
  • Biaya bengkel jika kendaraan tertabrak dan lainnya. Dengan kondisi tahun pembuatan yang sudah lebih dari 10 tahun, umumnya perusahaan asuransi sulit menerima pengajuan polis baru. Itu sebabnya, Anda harus mempersiapkan dana khusus untuk kondisi darurat kendaraan.

Selamat mencoba. Live a Beautiful Life!

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads