Konsultasi Perencanaan Keuangan

img_list
Prita Ghozie CEO & Founder ZAP finance Financial & Business Planner (CFP)
Follow detikFinance
Selasa 09 Feb 2016, 08:34 WIB

Cari Modal Rp 250 Juta Untuk Buka Usaha? Ini Tipsnya

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Cari Modal Rp 250 Juta Untuk Buka Usaha? Ini Tipsnya Foto: Istimewa
Jakarta - Pertanyaan: Saya butuh modal untuk buka franchise kelas KUMON sekitar Rp 250 juta, karena usaha baru. Bank-bank lebih suka dengan usaha yang sudah berjalan minimal 2 tahun. Punya informasi lembaga atau perorangan yang punya modal untuk diinvestasikan sebagai pinjaman? Saya benar-benar butuh, terima kasih

Jawaban:
Halo Ibu Selly, terima kasih atas pertanyaannya.

Bank Indonesia menerbitkan peraturan yang mensyaratkan Bank dan perusahaan pembiayaan untuk mengenal nasabah melalui Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles).

Prinsip ini diterapkan untuk meminimalisir risiko gagal bayar kredit dan mencegah tindakan ilegal pencucian uang oleh nasabah. Dalam rangka meminimalisir risiko gagal bayar kredit, bank umumnya mensyaratkan pemberian kredit pada usaha yang telah berjalan.

Hal ini dilakukan, agar bank dapat menilai kesehatan usaha melalui laporan arus kas usaha (laporan mengenai aliran uang masuk dan keluar). Berdasarkan laporan arus kas dan beberapa data pendukung lain, bank dapat mengenal nasabahnya guna memberikan keputusan terkait pemberian pinjaman.

Bagi para calon nasabah yang sulit dikenali oleh bank misalnya usaha baru, bank akan meminta jaminan seperti gedung ataupun kendaraan. Jaminan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan keyakinan bank atas kemampuan pengembalian pinjaman yang akan diberikan. Oleh karena itu, salah satu upaya yang umumnya dilakukan oleh usaha baru untuk memperoleh pinjaman adalah menjaminkan aset yang dimiliki.

Sebelum menjaminkan aset guna memperoleh pinjaman, Anda perlu menganalisa kembali persentase keberhasilan usaha yang akan dijalankan. Sebab kegagalan bisnis akan berdampak pada kesulitan pembayaran utang sehingga berujung pada penyitaan aset.

Sebagai saran, usahakan aset jaminan yang akan Anda agunkan bukanlah rumah tinggal. Rumah tinggal memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan penghuninya. Apabila terjadi penyitaan di kemudian hari, maka kerugian yang dirasakan tidak hanya menyakitkan secara finansial, namun juga psikologis.

Live a beautiful life! (wdl/wdl)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar perencanaan keuangan, properti dan UKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed