Konsultasi Perencanaan Keuangan

img_list
Prita Ghozie CEO & Founder ZAP finance Financial & Business Planner (CFP)
Follow detikFinance
Sabtu 25 Nov 2017, 08:20 WIB

Pasangan Baru, Beli Rumah atau Kontrak?

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Pasangan Baru, Beli Rumah atau Kontrak? Foto: Istimewa
Jakarta - Sebagai pasangan baru, selain beradaptasi dengan kehidupan yang baru tentunya juga harus menyatukan keuangan dari dua sumber yang berbeda. Tujuan keuangan yang ingin diwujudkan mungkin banyak sekali. Tetapi, memahami prioritas dan menentukan mana yang akan diwujudkan terlebih dahulu juga membutuhkan perencanaan. Salah satu keputusan keuangan besar dalam rumah tangga adalah impian pembelian rumah. Saat penghasilan harus diatur untuk berbagai pos pengeluaran, apakah lebih baik membeli rumah atau mengontrak? Berikut ini pertimbangannya.

Kemampuan membayar uang muka
Pembelian rumah membutuhkan uang muka setidaknya 30% dari harga jual dan biaya-biaya lainnya. Uang muka sebaiknya tidak dicicil, namun sudah dipersiapkan sebelumnya. Untuk membeli rumah di wilayah Cibubur dengan harga jual total Rp750 juta, maka kamu membutuhkan dana sebesar Rp225 juta.

Kemampuan mencicil pinjaman
Setiap bulan, penghasilan boleh dialokasikan hingga 30% untuk membayar pinjaman kredit perumahan. Dengan kondisi, tidak ada cicilan lain. Jika menggunakan patokan pembelian rumah di Cibubur sebelumnya, maka dengan tenor 15 tahun dan perkiraan suku bunga 10% per tahun, maka cicilan bulanan menjadi Rp5.6 juta. Nah, kamu dikatakan memiliki kemampuan itu jika penghasilan keluarga minimal sebesar Rp19 juta.

Kemampuan membayar biaya-biaya
Pahami juga bahwa memiliki rumah sendiri juga harus siap dengan kemampuan membayar berbagai biaya. Pos biaya termasuk biaya bulanan, biaya pajak, dan biaya renovasi berkala. Umumnya, biaya bulanan akan menggunakan porsi hingga 5% dari penghasilan bulanan. Sedangkan, biaya pajak dan renovasi berkala dapat diambil dari penghasilan tidak rutin seperti bonus tahunan.

Saat membeli rumah tinggal, faktor yang juga sebaiknya menjadi perhatian adalah lokasi yang sebaiknya berdekatan dengan fasilitas umum seperti rumah sakit, supermarket, stasiun transportasi, dan sekolah untuk anak kelak. Biaya transportasi di kota-kota besar dapat membengkak dalam jangka panjang apabila lokasi rumah terlalu jauh dari pusat aktivitas.

Nah, jika ternyata kemampuan keuangan keluarga belum memenuhi syarat, maka alternatifnya tentu saja mengontrak rumah tinggal. Lokasi kontrakan sebaiknya diatur agar berdekatan dengan lokasi kerja. Tujuannya untuk menghemat biaya transportasi. Biaya untuk kontrakan rumah dapat diambil dari penghasilan bulanan. Usahakan agar biaya kontrak bulanan hanya maksimal sebesar 20% dari penghasilan bulanan. Selagi mengontrak rumah, atur keuangan agar dapat disisihkan untuk tabungan uang muka pembelian rumah tinggal. Targetkan durasi kontrak paling lama adalah 5 tahun, agar kamu memiliki semangat untuk menabung dan membeli rumah sendiri. Live a Beautiful Life! (hns/hns)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar perencanaan keuangan, properti dan UKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed