Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Nov 2011 14:46 WIB

Segitiga Emas Jakarta Tetap Jadi Patokan Kawasan Perkantoran

- detikFinance
Jakarta - Pamor kawasan segitiga emas (golden triangle) di Jakarta yang lebih dikenal dengan central business district (CBD) akan tetap menjadi patokan kawasan komersial lainnya di Jakarta.

Meskipun saat ini banyak kawasan lain yang menunjukan tren pertumbuhan pesat seperti TB Simatupang, Pondok Indah, Serpong dan lain-lain.

"Saya rasa kawasan segitiga emas akan menjadi patokan kawasan komersial, akan tetap seperti itu," kata CEO Leads Property Hendra Hartono kepada detikFinance,Senin (7/11/2011).

Ia menjelaskan konsep segitiga emas sudah lama terbentuk setidaknya mulai dikenal pada era tahun 1990-an. Kawasan ini meliputi titik-titik Patung Pemuda di Ratu Plaza-Patung Arjuna Medan Merdeka Barat-Patung Pancoran membentuk kawasan segitiga.

Konon panjang jalur lintasan ketiga titik itu mencapai 19,01 Km. Hal ini dikait-kaitkan dengan tahun 1901 tahun lahirnya Presiden Pertama Indonesia Soekarno. Maklum saja pembangunan patung-patung tersebut tak terlepas dari kiprah Soekarno.

"Sejak saya berkiprah di bidang properti konsep (segitiga emas) itu sudah ada," katanya.

Hendra menuturkan konsep golden triangle berasal dari luar negeri. Meskipun setiap negara memiliki bentuk yang berbeda seperti bulat,persegi, segi tiga dan lain-lain. Ia mencontohkan kawasan lain seperti Singapura, Hong Kong, London memiliki kawasan golden triangle-nya masing-masing.

Kawasan segitiga emas Jakarta mencakup jalan-jalan utama seperti Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto, Rasuna Said dan Mas Mansyur. Setidaknya ada 3 titik utama pusat bangunan komersial seperti SCBD (45 hektar), Mega Kuningan (54 hektar) dan Kuningan Persada (17 hektar).

Berdasarkan data Leads Property triwulan III-2011 kawasan segitiga emas hingga kini memiliki stok gedung perkantoran yang terbesar dari kawasan lainnya di Jakarta. Total stoknya mencapai 4,21 juta meter persegi sementara di luar segitiga emas mencapai 1,95 juta meter persegi dan kawasan perkantoran Jakarta Selatan 0,76 juta meter persegi.

Hingga 2013 akan ada suplai tambahan di kawasan segitiga emas sebanyak 711.000 meter persegi, di luar segitiga emas 462.376 meter persegi dann kawasan Jakarta Selatan 339.040 meter persegi.

Dari sisi sewa perkantoran, tingkat okupansi di kawasan ini masih termasuk yang tinggi yaitu mencapai 93,2% atau sedikit di bawah kawasan Jakarta Selatan yang mencapai 94,9%. Sementara okupansi perkantoran di kawasan luar segitigas emas hanya 90,7%. Harga sewa perkantoran di kawasan segitiga emas masih yang tertinggi yaitu US$ 18,8, sementara diluar kawasan ini hanya US$ 14,4.

Sementara itu harga jual perkantoran (strata title) di kawasan segitiga emas mencapai Rp 18-31 juta per meter persegi sementara di luar kawasan segi tiga emas hanya Rp 15-17,5 juta per meter persegi.


(hen/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed