Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Mar 2017 13:19 WIB

Harga Rumah Jakarta Termahal di RI, Rata-rata Rp 20,75 Juta/M2

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Rata-rata harga rumah secara nasional di Indonesia ternyata mengalami penurunan. Ini seiring dengan meningkatkan jumlah pasokan rumah sepanjang 2016 lalu.

Head of Marketing Rumah.com, Ike Noorhayati Hamdan, mengatakan pasokan rumah mengalami peningkatan mulai kuartal II-2016 hingga akhir 2016 lalu.

"Kalau melihat harga, di 2016 dari kuartal III ke kuartal IV, terjadi penurunan harga meski dalam dua tahun terakhit trennya naik. Artinya suplai ada tetap naik, tapi harga dropnya jauh lebih besar. Ini yang di dalam siklus market properti dikenal dengan buyers market, artinya pasar berpihak kepada pembeli. Jadi kalau memiliki rencana untuk punya rumah, inilah saatnya karena suplai sudah cukup tinggi, harga juga mulai turun," kata Ike, dalam jumpa pers di Qubicle Center Senopati, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Meski harga rumah secara nasional turun, tapi tidak demikian dengan Jakarta. Karena pasokan rumah di Jakarta terus menurun. Ini membuat harganya terus naik.

Menurut riset Rumah.com, harga rata-rata rumah di Jakarta terus naik hingga mencapai Rp 20,75 juta per meter persegi di akhir 2016. Berbeda dengan rata-rata harga nasional di kuartal IV-2016, yaitu Rp 13 juta per meter persegi, turun dari kuartal sebelumnya Rp 13,28 juta per meter persegi.

"Dari data Rumah.com Properti Index, harga media nasional 2015 kenaikannya cukup tajam. Tapi kalau 2016 secara nasional, median harga nasional di kuartal III dan IV menurun, sedangkan untuk Jakarta tetap naik, meskipun jumlahnya relatif kecil," jelas Ike.

Alasan naiknya harga rumah di Jakarta terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Untuk Jakarta Selatan secara khusus, harga rata-ratanya mengalami kenaikan 6,6% (kuartal III ke IV-2016), sementara Jakarta Pusat mencatatkan kenaikan 7,5% pada periode yang sama.

"Sangat masuk akal harganya secara jangka panjang akan naik. Tapi peningkatan pembangunan infrastruktur ke depan harusnya membuat pembelian terhadap properti dari konsumen masih akan cukup kuat," pungkasnya. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com