4 Faktor Penghambat Bisnis Properti

4 Faktor Penghambat Bisnis Properti

- detikFinance
Senin, 13 Des 2010 15:49 WIB
Jakarta - Permintaan properti hingga triwulan III-2010 cukup stabil. Namun para pengusaha properti melihat ada 4 faktor yang menghambat bisnis properti.

Keempat faktor penghambat bisnis properti itu adalah:

  1. Masih tingginya suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
  2. Kenaikan harga bahan bangunan
  3. Tingginya tingkat pajak
  4. Sulitnya perizinan atau birokrasi.

Demikian survei properti residensial triwulan III-2010, yang dirilis BI dan dikutip detikFinance, Senin (13/12/2010). Survei Harga Properti Residensial (SHPR) merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 yang mencakup 45 pengembang utama di wilayah Jabodetabek-Banten dan dan 215 pengembang di 13 Kantor Bank Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan survei BI tersebut, permintaan dan penawaran properti residensial relatif stabil, dengan rumah tipe menengah yang paling diminati. Sebagian besar
responden menyatakan bahwa dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, baik penawaran maupun permintaan properti residensial di 14 kota untuk semua jenis rumah pada triwulan III-2010 relatif tidak mengalami perubahan.

"Kondisi penawaran rumah maupun permintaan rumah yang relatif stabil ini diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan IV-2010, dengan rumah tipe menengah diperkirakan akan mengalami penjualan tertinggi," demikian hasil survei tersebut.

Pembangunan properti residensial sebagian besar dibiayai oleh dana internal perusahaan, sementara konsumen lebih memanfaatkan fasilitas KPR dalam bertransaksi. Sebagian besar responden perusahaan pengembang (58,4%) mengungkapkan, hingga saat ini dana internal perusahaan khususnya yang berasal dari laba di tahan dan modal disetor, tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti.

Sumber pembiayaan pembangunan properti lainnya berasal dari kredit perbankan (22,6%) dan dana/uang muka pembayaran calon pembeli (15,9%).


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads