Hingga akhir tahun 2011, diperkirakan tambahan pasokan mal ritel sewa akan mencapai 432.393 meter persegi.
Demikian Survei Perkembangan Properti Komersial untuk triwulan III-2010 yang dikutip detikFinance dari situs BI, Rabu (15/10/2010). Data properti komersial ini diperoleh dari sekitar 706 perusahaan properti di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Banten dan 60 perusahaan di wilayah Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun besarnya tambahan pasokan yang belum diikuti oleh kenaikan permintaan telah menyebabkan tingkat hunian pada triwulan III-2010 turun dari 87,92% menjadi 87,46%.
Sementara tarif sewa mengalami sedikit peningkatan (3,10% secara qtoq) menjadi Rp 485.474 per meter persegi per bulan.
Untuk mal ritel jual di Jabodetabek, selama kurun waktu triwulan III-2010 tidak mengalami perubahan masih sebesar 1,72 juta meter persegi.
Pada triwulan IV-2010, diperkirakan ada tambahan pasokan mal ritel jual sebesar 524.300 meter persegi yang berasal dari pembangunan 8 pusat perbelanjaan di Jabodetabek.
Tingkat penjualan mal ritel pada triwulan III-2010 juga kembali menunjukkan peningkatan, dari 76,76% pada triwulan II-2010 menjadi 76,92%. Sementara harga jual relatif tetap yakni sebesar Rp 42,9 juta per meter persegi.
Kedepan, sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin sering menghabiskan waktu di mal akan semakin mendorong developer dan peritel untuk mengembangkan kawasan pusat perbelanjaan.
(qom/qom)










































