Rupiah Menguat, Sewa Apartemen Turun Tipis

Rupiah Menguat, Sewa Apartemen Turun Tipis

- detikFinance
Rabu, 15 Des 2010 14:54 WIB
Jakarta - Penguatan nilai tukar rupiah berpengaruh pada tarif sewa apartemen selama triwulan III-2010. Sewa apartemen pada triwulan III-2010 tercatat turun tipis 0,95% (secara quarter to quarter) menjadi Rp 155.114 per meter persegi per bulan.

"Sewa apartemen mengalami penurunan 0,95% yang disebabkan oleh menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," Demikian Survei Perkembangan Properti Komersial untuk triwulan III-2010 yang dikutip detikFinance dari situs BI, Rabu (15/10/2010).

Data properti komersial ini diperoleh dari sekitar 706 perusahaan properti di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Banten dan 60 perusahaan di wilayah Bandung. Cakupan survei ini meliputi 5 jenis yakni pusat perbelanjaan, perkantoran, hotal dan apartemen dan lahan industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara total, pasokan apartemen sewa di Jakarta masih sebanyak 11.616 uit. Rencana penambahan pasokan sampai dengan 2011 mencapai 489, termasuk 166 unit dari Apartemen Golf Pondok Indah yang diperkirakan selesai pada triwulan IV-2010.

Penyewaan aparteman oleh sektor korporasi untuk karyawan asing telah berperan dalam mendorong kenaikan tingkat hunian dari 74,37% menjadi 75,23%.

"Kedepan, pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik diharapkan mampu meningkatkan permintaan apartemen sewa dari korporasi sehingga mampu menjadi faktor pendorong perkembangan apartemen sewa di periode mendatang," demikian survei dari BI tersebut.

Untuk apartemen jual di Jakarta, terdapat tambahan 158 unit yang berasal dari selesainya pembangunan Kemang Mansion pada triwulan III-2010. Sehingga total pasokan mencapai 70.738 unit apartemen jual. Pada triwulan IV-2010, diperkirakan terdapat penambahan pasokan baru sebanyak 4.749 unit.

"Kecenderungan menurunnya tingkat suku bunga KPR/KPA telah mendukung penjualan apartemen, yang tercermin dari meningkatnya tingkat penjualan apartemen pada triwulan III-2010 sebesar 0,43% (qtq) sehingga menjadi 93,82%," demikian survei BI tersebut.

Sebagian penjualan tersebut berasal dari apartemen di kawasan sekunder. Dan meski permintaan mengalami peningkatan, namun harga jual cenderung stabil.

"Tingkat suku bunga yang relatif rendah diharapkan dapat menjadi faktor stimulus dalam perkembangan pembangunan apartemen," demikian survei dari BI.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads