Direktur Utama Hutama Karya S. Subagyono mengatakan, saat ini perseroan sudah mendapatkan izin pembentukan tiga anak usaha yaitu yang bergerak dibidang real estate atau properti yaitu HAKA Realtindo, bidang tiang listrik baja yaitu HAKA Pole dan industri aspal beton yaitu HAKA Aston
"Segera akan kita susul dengan jenis-jenis industri lainnya," katanya di kantor HK Cawang, Jakarta, Selasa (21/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, bidang jalan tol akan dipertimbangkan terus digeluti, meski saat ini satu dari dua anak usaha perseroan yang sudah efektif berjalan sudah menjadi pemegang saham konsesi ruas tol Depok-Antasari yang saat ini masih mangkrak.
"Kita membuka diri untuk masuk ke anak-anak usaha yang in line dengan bisnis kontruksi," jelasnya.
Ia menjelaskan, alasan perseroan melakukan langkah ini bagian dari upaya 'lompatan' HK yang kini sudah berusia 50 tahun. Menurutnya ika HK hanya bergelut dibidang jasa saja, maka tidak akan seimbang dengan adanya tuntutan stakeholder yang terus berkembang.
"Sekarang kita akan melakukan monumental perubahan dari sekedar jasa konstruksi. Jajaran direksi berpikir saatnyta kita beralih menjadi industri konstruksi," jelasnya.
Selama kurang lebih berusia 50 tahun, Hutama Karya sudah menorehkan karya-karya monumental seperti Jembatan Semanggi, Gedung DPR/MPR, teknologi Sosrobahu dan lain-lain. Beberapa tokoh pendiri HK yaitu Almarhum Prof. Sutami menjadi menjadi bagian kebesaran nama HK.
(hen/ang)











































