Industri Cat dan Coating Tak Lagi Lesu

Industri Cat dan Coating Tak Lagi Lesu

- detikFinance
Kamis, 30 Des 2010 12:34 WIB
Industri Cat dan Coating Tak Lagi Lesu
Jakarta - Sebagaimana industri lain, industri cat dan coating dalam 2 tahun terakhir juga menghadapi ketidakpastian. Bahkan tahun 2009 dimulai dengan muram bagi pasar cat dan coating, namun secara perlahan langkah antisipasi telah diambil menjelang akhir tahun.

Masuk ke tahun 2010, para pemain industri ini bersikap waspada namun tetap berharap bahwa tahun ini akan membawa pemulihan industri ke tingkat yang lebih baik.

Pasar cat dan coating Asia Pasifik di tahun 2010 diperkirakan akan mencapai sekitar US$ 48 Miliar dengan ukuran pasar sebesar 15 juta MT (metrik ton) dengan tingkat pertumbuhan 8 sampai 11 persen. Hal ini terutama didorong oleh kekuatan dari China dan India serta perkembangan dari negara-negara kunci Asean seperti Indonesia dan Vietnam. Oleh karena itu, para pemain industri optimis akan mencapai pertumbuhan dua digit sekali lagi pada tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Country Director Frost & Sullivan Indonesia, Eugene van de Weerd, industri cat dan coating sangat bergantung pada end user dari industri-industri yang dicakupnya.

"Asia sebagai negara industri berkembang memiliki banyak sektor pertumbuhan utama yang mendorong pertumbuhan pasar cat dan coating. Beberapa sektor industri kunci yang terpantau adalah konstruksi, baja, pelayaran, otomotif dan furnitur, " ujar Eugene dalam siaran persnya, Kamis (30/12/2010).

Saat ini, China mengalami pertumbuhan pesat pada industri baja dan furnitur sementara India juga mengalami pertumbuhan positif pada industri konstruksi dan baja. Sementara itu, negara-negara ASEAN lainnya mengalami pertumbuhan pada industri konstruksi, pelayaran, otomotif dan furnitur.
   
"Sebagai hasilnya, kita dapat berharap untuk mencapai pertumbuhan positif dari segmen coating terkait seperti cat dekorasi, kayu industri, pelayaran, otomotif dan protective coatings," ujar Eugene.

Di tahun 2011 juga akan terjadi pertumbuhan domestik yang lebih tinggi di negara-negara Asia dengan berbagai perkembangan yang masih berlangsung sehingga memacu pertumbuhan pemain domestik atau lokal. Lebih banyak pemain lokal diprediksi akan memasuki segmen industri coating, terutama karena tingginya partisipasi dan transfer teknologi dari perusahan-perusahaan multinasional yang telah banyak menyumbang keahlian teknologi pada pemain lokal.

Dalam hal spesifikasi industri, di tahun yang akan datang para pemain industri diperkirakan akan menciptakan keunggulan kompetitif dengan memperkenalkan produk baru yang inovatif di pasar dengan fitur 'berkesinambungan' yang telah dikembangkan. Keunggulan-keunggulan tersebut banyak yang telah digunakan sebagai strategi untuk merebut kembali pangsa pasar setelah masa tenang selama 2 tahun. Teknologi berbasis lingkungan akan mencapai pertumbuhan pesat; khususnya untuk coating berbahan dasar bubuk dan air (powder and water based type coatings).

Istilah 'Green coatings' bukanlah istilah baru dalam industri ini, namun selama beberapa tahun terakhir telah terjadi pelambatan pertumbuhan pasar coating jenis ini karena kurangnya permintaan yang signifikan dari pengguna akhir industri terkait. Sementara itu, para produsen coating berusaha mendorong produk-produk ini ke dalam arus utama, kurangnya kesadaran dan insentif dan biaya yang lebih tinggi dalam penggunaan coating jenis tersebut di kalangan konsumen lokal menjadi hambatan utama yang harus diatasi.

"Namun, saat ini kita tentu dapat melihat perubahan dalam pola pikir yang maju seiring dengan bergabungnya pemerintah daerah untuk meningkatkan komitmen dan mendorong 'teknologi hijau' (green technology). Sebagai contoh, pada awal 2010, pemerintah Malaysia meluncurkan insentif sebesar RM 1.5 miliar lebih untuk 'dana skema teknologi hijau (green technology)’ berikut insentif pajak untuk bangunan yang memiliki sertifikat hijau," kata Eugene.

Ia berharap ke depannya kita 'green coatings' bisa tumbuh di wilayah ini terutama terkait dengan upaya konservasi energi, VOC (volatile organic compound) rendah emisi dan perubahan yang signifikan dari pelarut cat berbasis air.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads