Menurut Direktur dan Investor Relation LPKR, Kevin Wong dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip detikFinance, Kamis (6/1/2011), peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada hari Jumat dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, serta Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Limpo. Pembangunan Siloam ke-10 ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan.
Dalam peresmian pembangunan rumah sakit ini, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Rumah sakit akan menjadi pusat rujukan dalam mendukung jaringan rumah sakit di provinsi-provinsi Indonesia bagian timur, seperti Sulawesi, Maluku, NTT dan Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah sakit akan dibangun dalam dua tahap dan akan memiliki total 750 dokter, spesialis dan staf klinis. Juga terdapat 350 tempat tidur, 56 Out-Patient Suites, 6 Operating Theater, and spesialisasi di bidang Kardiologi, Neurologi, Onkologi, dan Ortopedik.
Total investasi mencapai US$ 26 juta, di mana sumber pendanaan didapat dari kas internal LPKR. Ekspektasi total pendapatan yang bisa didapat dalam lima tahun mencapai US$ 25 juta.
Sebelumnya, LPKR juga telah menuntaskan akuisisi rumah sakit di Jambi dengan nilai US$ 18 juta. Ke depan rumah sakir ini akan mengakomodir masyarakat di daerah Sumatera Timur. Perseroan memiliki 83% saham dan menjadi pengendali rumah sakit swasta ternama di kota Jambi ini.
Pada 15 November 2010 lalu, LPKR juga mengakuisisi rumah sakit di Balikpapan dengan investasi sebesar US$ 26 juta. LPKR memiliki 79,61% saham di Rumah Sakit Husada Balikpapan.
(wep/dnl)











































