Penambahan lahan akan didapat di wilayah Mega Kuningan, Cinere, Sentul, serta Bogor. Total land bank yang tengah diincar seluar 130 ha.
"Kami melihat kesempatan, masih ada. Kami akan lekukan penambahan lahan selama itu memungkinkan," jelas Direktur Utama Megapolitan, Melani Lowas ketika dihubungi wartawan, Kamis (6/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasinya, itu bagian pengembangan kami yang menentukan, yang masih berada dekat dengan proyek-proyek yang kami kembangkan saat ini," jelasnya.
Perseroan telah menyiapkan dana internal untuk setiap aksi akuisisi lahan baru, meskipun Megapolitan tengah memproses pencatatan saham perdana (IPO) di mana akan mendapat dana segar Rp 212,5 miliar.
Pasalnya, dana IPO sudah dialokasikan untuk mengembangkan lahan yang sudah perseroan miliki. Di mana 60% dana hasil IPO atau Rp 127,5 miliar digunakan untuk pengembangan proyek anak usahanya, seperti proyek Puri Cinere, Depok, dan Cimandala City, Sentul. Sisa dana sebanyak untuk berbagai proyeknya seperti proyek perumahan, komersial, kantor, sarana, dan prasarana serta modal kerja.
Megapolitan akan menawarkan 850 juta lembar saham kepada publik, dengan harga Rp 250 per lembar. Masa penjatahan di mulai 7 Januari 2011, dilanjutkan dengan distribusi saham secara elektronik pada 11 Januari 2010. Perseroan akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Januari 2011.
Tahun 2011, perseroan menargetkan pendapatan Rp 363 miliar, dengan perolehan laba bersih Rp 42 miliar. Pendapatan dikontribusikan dari penjualan apartemen 40%, juga ada penjualan lease mal 20%, dan sisanya dari penjualan rumah dan kios.
(wep/dnl)











































