Direktur Marketing Central Park Office Agung Podomoro Matius Jusuf mengatakan, pada kuartal I-2011 ini ruang perkantoran di Central Park Office mulai diserahterimakan kepada para pembelinya.
"Central Park Office juga memberikan kontribusi bagi penambahan pasokan ruang perkantoran di Jakarta dengan memiliki 46 lantai dan luas keseluruhan 80.000 meter persegi. Ditambah juga dengan luas area yang dipasarkan sekitar 64.000 meter persegi (nett saleable area)," ujar Matius saat ditemui di Central Park Office, Jakarta, Selasa (11/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan pun menawarkan beberapa alternatif pembayaran kepada para konsumennya. Banyak pilihan seperti kas keras, kas bertahap, kredit pemilikan kantor dengan bekerjasama dengan berbagai bank.
"Gedung perkantoran ini akan ditawarkan dalam dua bagian, yakni bagian Low Zone Ground (floor-26) dan high zone 27-46 lantai. Adapun ruang yang ditawarkan memiliki ukuran luas 116 meter persegi-1.700 meter persegi (nett saleable area)," ujar Matius.
Matius juga merinci, gedung yang baru diresmikan ini memiliki fasilitas fiber optik kecepatan tinggi, efisiensi lantai 90%, ketinggian antara lantai berjarak 4,2 meter, lebar koridor 1,8 meter (nett), individual air conditioning, 100% back up genset, dan 18 unit elevator.
"Selain itu, gedung ini memiliki jumlah parkir kurang lebih 6.000, didukung dengan akses yang berdekatan dengan bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, yang dapat diakses melalui jalan tol," ucap Matius.
Sebagai informasi, gedung Central Park Office ini dikembangkan oleh Agung Podomoro Land (APL) yang merupakan konsorsium dari 7 pengembang properti. Adapun, proyek-proyek yang dibangun oleh pengembang ini diantaranya adalah Podomoro City, Kuningan City, Green Bay Pluit, Festival City Link, Senayan City, Lendeteves Trade Center, Gading Nias Residence, dan The Lavande.
(nrs/dnl)











































