Bangun BUMN Tower, Pemerintah Gandeng Ciputra dan Tomy Winata

Bangun BUMN Tower, Pemerintah Gandeng Ciputra dan Tomy Winata

- detikFinance
Rabu, 19 Jan 2011 13:23 WIB
Bangun BUMN Tower, Pemerintah Gandeng Ciputra dan Tomy Winata
Jakarta - Kementerian BUMN tengah memfinalisasi tahapan perencanaan pembangunan BUMN Tower. Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan dalam pembangunan BUMN Tower, pihaknya menggandeng taipan properti Ciputra dan Tomy Winata.

"Saya sendiri telah mengadakan diskusi dengan bapak Ciputra dan bapak Tomy Winata untuk bersama membangun BUMN Tower. Diharapkan di 2011 ini seluruh rencana dan tahapan pembangunan bisa selesai," ujar Mustafa ketika ditemui detikFinance di sela pengukuhan Rektor Baru President University di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (19/1/2011).

Mustafa mengharapkan, dengan adanya BUMN Tower ini diharapkan seluruh efisiensi, efektifitas dan kapasitas perusahaan-perusahaan BUMN akan meningkat seiring dengan berkumpulnya kantor-kantor perusahaan plat merah yang menjadi satu. Hal ini, lanjut Mustafa seiring dengan "pembersihan" kantor-kantor BUMN dari ring-1 di sekitar Istana Merdeka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira nantinya tidak seperti itu (kantor-kantor dipindahkan dari ring-1) tetapi justru kita merencanakan di BUMN Tower ini. Ketika gedung ini berdiri maka efisiensi, efektifitas dan kapasitas perusahaan BUMN bisa ditingkatkan. Dan ini menjadi salah satu cita-cita saya," jelas Mantan Dirut Bulog ini.

Deputi Bidang Infrastruktur  dan Logistik Kementerian BUMN, Sumaryanto sebelumnya mengatakan, Pemerintah bakal memindahkan kantor BUMN yang letaknya di seputaran Istana Negara Jakarta. Nanti kantor-kantor BUMN yang berada di sekitar Istana Negara bakal dipindah ke tempat baru.

Nantinya, perpindahan kantor-kantor BUMN ini akan menggunakan dana yang diambil dari APBN.

"Realisasinya, di 2012 dan harus sudah jalan. Lahan yang bisa dipakai itu misalnya punya RNI (Rajawali Nusantara Indonesia) di Pancoran, atau lahan milik Jasa Marga di Simatupang," tutur Sumaryanto.
(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads